Partai Hanura ancam cabut dukungan untuk Ahok, jika…

Ahok

Meskipun maju di Pilkada DKI Jakarta melalui jalur independen, namun dukungan partai untuk Ahok tetap mengalir, terutama dari Nasdem dan Hanura. Partai Hanura sendiri dipastikan akan mendukung penuh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilgub DKI Jakarta 2017. Tapi, Partai Hanura juga mengancam akan mencabut dukungannya untuk Ahok jika tersandung kasus pidana.

“Misalnya, kita sudah dukung, tiba-tiba calonnya tidak bisa ikut karena masalah pajak, narkoba, dan lain-lain, masa kita tahan. Rugi dong kita. Pasti kita lakukan perubahan,” ujar Ketua DPP Partai Hanura, Erik Satrya Wardhana di sela-sela rapat koordinasi sosialisasi juklak pilkada 2017 di Hotel Marlynn Park Hotel, Jakarta Pusat, dikutip Rimanews.com, Selasa (29/3/2016).

Baca:   Sanusi ditangkap KPK, Ahok: Paripurna ditunda-tunda, enggak tahunya ada pemerasan

Menurutnya, keputusan pencabutan dukungan telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. “Keputusan itu diambil untuk tidak diubah dan untuk ditaati,” pungkas Erik. Untuk diketahui, Dalam pemilihan kepala daerah serentak Februari mendatang, dari total 101 daerah pemilihan, Partai Hanura berpartisipasi aktif di 64 kabupaten/kota dan 6 provinsi.

Dalam rakor tersebut, Hanura akan all-out memberikan dukungan terhadap calon yang diusungnya, termasuk Ahok. “Hanura akan memberikan fungsi pendampingan, pemenangan dan advokasi terhadap yang didukung. Hanura ingin dapatkan sumber daya lokal yang berkualitas dan berintegritas,” tutup Erik.