Pasar sepi, Harga batu akik Bacan dan Kalimaya tetap tinggi

batu-akik-bacan-kalimaya

Tren pengguna atau penggemar batu akik belakangan ini terus menurun. Tidak terkecuali di Kota Bogor yang dijuluki kota hujan. Penggemar batu akik di kota ini juga terus mengalami penurunan seiring dengan minat kolektor batu akik yang semakin berkurang. Namun, meski demikian harga batu akik jenis bacan dan kalimaya justru tetap tinggi.

Kedua jenis batu akik ini masih tetap memiliki nilai jual yang sangat tinggi hingga mencapai jutaan rupiah. “Memang penggemar batu sekarang berkurang dibanding awal-awal, tapi harga bacan dan kalimaya tetap stabil,” ujar Galih, pedagang batu akik di sentra batu akik Pasar Devris, Kota Bogor, dikutip dari Tribunnews.com, Minggu 14 November 2015.

Baca:   Kejadian Langka, Ibu Muda Ini Nyupir Angkot Sambil Menyusui Bayinya, Aksinya Jadi Viral di Sosmed

Galih menuturkan bahwa semakin merosotnya tren batu akik, juga mempengaruhi harga jual sejumlah jenis batu akik. Hal itu karena sejumlah pedagang memilih untuk menurunkan harga jual batu akik yang mereka jual termasuk aksesorisnya. “Tapi dari dulu sampai sekarang yang bertahan dan masih tinggi itu bacan, kalimaya, dan batu permata,” ungkap pemilik lapak Scudeto Gamestone tersebut.

Baca:   Keistimewaan batu akik Kebumen yang membuatnya diburu kolektor

Harga batu berwarna hijau itu dipatok mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta. “Tergantung kualitas dan tingkat kekristalan di batunya,” terang Galih mengenai harga batu bacan. Sementara itu batu kalimaya dijual dengan harga Rp 5 juta. “Tapi itu ukurannya yang kecil,” katanya. Bagaimana, punya kedua jenis batu akik ini?