PDI-P Usung Risma di Pilkada DKI 2017 Lawan Ahok?

PDI P Usung Risma di Pilkada DKI

Sampai detik ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) belum memiliki jagoan yang akan diusung untuk Pilkada DKI 2017. Calon dari PDI-P merupakan salah satu calon yang paling ditunggu-tunggu karena merupakan pemenang pemilu dan juga pemilik suara terbanyak di DKI Jakarta. Jadi, tanpa harus melakukan koalisi dengan partai lain, PDI-P bisa mengajukan calon sendiri untuk melawan Ahok di Pilkada DKI 2017.

Di internal, ada nama Boy Sadikin dan Djarot Saiful Hidayat. Keduanya memang tak asing lagi di Jakarta. Boy adalah mantan Ketua DPD PDIP Jakarta, sementara Djarot masih menjabat wakil gubernur DKI. Namun di luar nama itu, sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga belakangan semakin mencuat. Bahkan beberapa waktu lalu beredar foto deklarasi dukungan kepada Risma buat Pilgub DKI di depan kantor DPP PDIP di Jakarta.

Mereka membentangkan spanduk bertuliskan ‘deklarasi dukungan Tri Rismaharini sebagai Cagub DKI 2017-2022. Tak jelas siapa mereka, siapa yang menggerakkan. Sosok Risma memang diyakini satu-satunya yang bisa mengimbangi elektabilitas dan popularitas Ahok di DKI. Hanya saja, sejak digadang maju, Risma sudah mentah-mentah menolak. Bahkan dia sudah bicara dengan sang Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca:   Mau disiapkan Ahok ambulans, Habiburokhman: Sebaiknya Ahok segera fitting rompi oranye saja

“Saya sudah sampaikan itu ke Bu Mega waktu saya menang Pilkada Surabaya,” ujar Risma di Kantor Kemendagri, Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2016). Menurut dia, Mega pun tak masalah dengan penolakannya itu. Meski Mega hanya menjawab singkat.

“Seingat saya (jawaban Ibu Megawati) itu, ‘Gitu toh, Mbak’. Seingat saya itu jawabannya. ‘Gitu toh, Mbak’. Ya saya jawab, ‘Iya’,” terang Risma. Alasan Risma menolak cuma satu, ingin menyelesaikan tugas di Surabaya sampai selesai. Dia tak ingin mengkhianati warga Surabaya hingga 2020.

“Endaklah. Saya sudah sampaikan saat saya terpilih jadi wali kota Surabaya bahwa saya punya janji dengan warga Surabaya. Saya enggak bisa kemudian saya lepas begitu saja,” tandasnya, dikutip dari Merdeka.com, Sabtu (30/4/2016). Namun, penolakan Risma dinilai bukan berarti tak bisa diusung oleh PDIP di Jakarta. Sebagai kader PDIP, Risma diwajibkan ikut perintah partai.

Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun menilai, masih ada kemungkinan besar bagi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, untuk diusung sebagai Gubernur DKI Jakarta dalam Pilgub DKI 2017 mendatang. Meskipun, sejak awal Risma sudah menyatakan menolak dan tak mau membohongi warga Surabaya. Komarudin mengatakan, Risma tak bisa menolak perintah partai. Terlebih itu direkomendasikan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca:   PDIP Resmi Usung Ahok dan Djarot di Pilkada DKI 2017

“Saya bilang politik itu kemungkinan. Bisa saja terjadi. Sebagai kader tidak bisa (menolak). Kalau partai memerintahkan, tidak ada bilang tidak bisa. Pasti harus dilaksanakan,” kata Komarudin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/4/2016). Anggota komisi II DPR tersebut menjelaskan bahwa, saat ini calon kepala daerah PDIP untuk 156 wilayah tengah ditutup. Selanjutnya akan ada fit and proper test terkait faktor psikologis, kepemimpinan, daya juang, hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah.

“Masih diverifikasi sekarang. Nanti diserahkan ke DPP, baru kita lakukan proses psikotes dan wawancara,” tuturnya. Menurut Komarudin, ada beberapa kader yang sebelumnya tidak melalui proses uji kelayakan, namun biasa diusung menjadi kepala daerah. Salah satunya ialah Presiden Jokowi. “Jokowi ditugaskan jadi presiden tidak lewat proses fit and proper test segala, tapi langsung ditugaskan,” pungkasnya.