Penipu “mama minta pulsa” ditangkap polisi, ternyata hidup mewah!

Effendi-alias-Lekkeng

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Demikian juga dengan pelaku penipuan “mama minta pulas” yang akhirnya tertangkap setelah sekian lama menipu banyak korbannya. Namun, bukan perkara mudah bagi Jajaran Subdit Jatanras Polda Metro Jaya untuk membongkar penipuan SMS ini. Polisi benar-benar harus memutar otak dan juga kerja keras untuk bisa membongkar jaringan penipu tersebut.

Sebelum menangkap si otak pelaku penipuan, Effendi alias Lekkeng dan istrinya Hermawati, polisi yang dipimpin AKBP Herry Heryawan, terlebih dahulu menciduk anggota jaringan penipuan SMS ini di Cianjur, Jawa Barat pada hari Kamis 29/10/2015 lalu. Dari hasil penangkapan itu, Polda Metro Jaya bersama personel resmob Polda Sulselbar berhasil membekuk Effendi dan Hermawati di Kolaka Utara, Sulawesi Selatan, Kamis (5/11/2015).

Baca:   Begini surga dunia di Hotel Alexis seperti yang dibilang Ahok

Dari rumah si tersangka suami istri itu, polisi berhasil menyita beberapa barang bukti berupa alat yang digunakan untuk menipu melalui pesan singkat. “Antara lain, puluhan laptop, modem, dan SIM card,” kata Herry yang tak lain adalah Kasubdit Jatanras Polda Metro, dilansir JPNN. Selain menyita alat untuk menipu korbannya, dari rumah tersangka juga disita dua unit mobil Toyota Avanza Veloz dan Honda CRV dan juga dua sepeda motor.

Selain itu, ditemukan juga KTP palsu dengan identitas atas nama Heri Gunawan, ATM. Semua bukti-bukti itu didapat dari rumah tersangka dengan luas bangunan mencapai 600 meter persegi. Itu artinya bahwa ternyata pelaku hidup mewah dari hasil menipu korbannya dengan modus SMS “mama minta pulas”. Akibat perbuatannya, kini tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum.

Baca:   Server Ada Diluar Negeri, Proyek e-KTP dihentikan

Sebelum membekuk jaringan dan otak penipuan tersebut, polisi menerima pengaduan bernomor LP/3991/IX/2015/PMJ/Ditreskrimum di Polda Metro Jaya. Para korban awalnya menerima SMS dari para pelaku. Selain bermodus “mama minta pulsa”, pelaku menyebar SMS pengumuman pemenang undian berhadiah dari salah satu bank. Ya, semoga saja kedepannya tidak ada lagi kasus-kasus seperti ini.