Pilgub DKI 2017: Ahok mulai galau, Pilih PDI-P atau TemanAhok

ahok

Politik itu memang tidak ada yang abadi. Hari ini berkata begitu, besoknya jadi begini. Mungkin demikian kondisi yang dialami oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat ini. Ahok sepertinya mulai galau mau pilih lewat jalur independen atau lewat jalur Parpol untuk Pilgub DKI 2017. Hal itu diketahui saat Ahok menerima Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Ahok ditanya wartawan soal Pilgub DKI 2017.

Dia ditanya soal kepastian berpasangan dengan Wagub DKI saat ini yang juga kader PDIP, Djarot Saiful Hidayat. “PDIP sudah oke dengan Pak Djarot, sudah setujulah. Cuma kan sekarang kita juga tidak pengin Teman Ahok ini kecewa. Kita harap Teman-teman Ahok juga orang-orang yang semangat mentransformasi negara kan. Teman Ahok juga sudah baik,” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (25/2/2016).

Menurut Ahok, ada kekhawatiran dari Teman Ahok dirinya tak jadi maju dari jalur independen dan ikut PDIP. Mengetahui kekhawatiran tersebut, alih-alih menegaskan ingin berada di jalur independen, Ahok malah memberi sinyal ingin ikut PDIP. “Ya saya katakan, kalau Teman-teman Ahok bisa penuhi satu juta (KTP dukungan), kita harus menghargai mereka. Cuma kalau bisa ikut dengan PDIP alangkah baiknya ikut PDIP juga kan mereka kan,” kata Ahok.

“Tapi kalau mereka (Teman Ahok) enggak mau, ya kita harus pilih dong yang sudah berjuang setengah mati satu juta KTP bagaimana,” imbuhnya, dilansir Detiknews. Ahok kini menunjukkan keraguan maju dari jalur independen. Dia bicara soal proses verifikasi KTP dukungan yang dikumpulkan Teman Ahok. Menurut Ahok, proses verifikasi itu akan memakan waktu lama.

“Cuma kan enggak gampang loh untuk menetapkan independen itu tidak mudah. Kalau enggak satu juta bagaimana? Masih banyak persoalan ini. Mengisinya (formulir dukungan) saja setengah mati. Mengisinya kan susah. Satu juta loh, banyak loh,” ujarnya. Ahok mengatakan akan mencoba memberi pengertian ke Teman Ahok soal dukungan PDIP dan sulitnya verifikasi KTP dukungan. Meski demikian, dia tetap mengharagi upaya Teman Ahok.

“Ya makanya kita harus ngomong. Kalau (Teman Ahok) nggak (mau saya diusung PDIP), ya mau enggak mau kalau dia bisa penuhi (satu juta KTP) maka kita ikut Teman Ahok. Tapi Teman Ahok juga enggak gampang loh mau mencalonkan. Mau verifikasi, mau mengisi pasangan. Nanti teknis, kita patokan sampai bulan April,” ujar Ahok.

“Nanti kalau sampai bulan April enggak putus, maka susah mengisi. Pendaftaran kan Juli. Kita perkirakan mau mengisi, mengetik, verifikasi, mungkin butuh tiga bulan internal. Jadi April harus bisa kita putuskan,” imbuhnya.

loading...