Pisah kamar dengan istri, Petrus Bakus stres dan mutilasi 2 anaknya?

Petrus Bakus

Hingga saat ini belum diketahui apa motif Brigadir Petrus Bakus melakukan membunuh dan memutilasi ke 2 anak kandungnya. Dugaan sementara, Petrus Bakus melakukan aksi sadis itu karena mendapat bisikan gaib. Selain itu, Brigadis Petrus Bakus juga diduga mengalami gangguan kejiawaan schizophrenia, yaitu gangguan mental yang menyerang otak.

Schizophrenia menyebabkan proses berpikir dan tanggapan emosi lemah. Namun, fakta lain diungkap oleh Kabid Humas Polda Kalbar AKBP Arianto. Menurut Arianto, Brigadir Petrus cekcok dengan istrinya 3 hari sebelum memutilasi anak kandungnya. “Ada permasalahan rumah tangga antara pelaku dan istrinya. Terakhir kali terdengar pelaku dan istrinya sedang bertengkar 3 hari yang lalu,” ujar Arianto, Jumat (26/2/2016).

Baca:   Istri Duta Besar RI Untuk Pakistan Tewas dalam Kecelakaan Helikopter

Mungkinkah Brigadir Petrus stres karena pisah kamar dengan istri dan tidak mendapat jatah malam? Dugaan itu bisa saja benar. Sebab, pada malam kejadian (25/2/2016), Petrus dan istrinya, Windri tidak tidur sekamar, dikutip dari Pojoksatu.id, Minggu 27/2/2016. Diduga, keduanya pisah kamar karena masih terbawa emosi pasca bertengkar 3 hari lalu. Kondisi itu membuat Brigadir Petrus tambah labil.

Baca:   Dinkes DKI Mentahkan Temuan BPK Soal Pembelian Lahan Sumber Waras

Tepat pukul 00.15 WIB, istri pelaku, Windri terbangun dari tidurnya dan melihat Brigadir Petrus sudah berdiri di depannya sambil memegang parang. “Mereka baik, mereka mengerti, mereka pasrah. Maafkan Papa ya, Dik,” ujar Petrus di depan istrinya.