Polisi Australia tidak akan bantu Polisi Indonesia soal kasus Jessica Kumala Wongso

jessica-kumala-wongso

Pihak Australia dipastikan tidak akan membantu polisi Indonesia untuk mengungkap kematian Mirna Salihin yang diduga karena menyeruput ‘Kopi Sianida’. Australian Federal Police (AFP) dipastikan menolak memberikan informasi beraiktan dengan tersangka Jessica Kumala Wongso, pelaku yang diduga meracuni Mirna. Jessica Kumala Wongso dikabarkan memiliki status permanent resident.

Namun status yang dimiliki Jessica bukanlah penghalang atau alasan kepolisian Australia menolak memberikan informasi. “Indonesia dan Australia memiliki perjanjian pada Tahun 2005. Perjanjian tersebut menyebutkan, satu sama lain takkan memberikan informasi apabila, ancaman hukumannya mati,” ujar pengamat hukum internasional, Profesor Hikmahanto Juwana, dikutip Rimanews.

Hikmahanto mengatakan, apabila kepolisian Australia tidak memberikan informasi terhadap pihak kepolisian, bukan karena status Jessica yang telah menjadi permanent resident. “Itu tidak ada hubungannya dalam kasus Jessica,” tambahnya. Permanent resident sendiri tidak sama dengan warga negara. Permanent resident adalah sebuah tawaran negara bagi orang yang dianggap bisa menguntungkan negara yang didiami.

Baca:   Heboh, Pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua mengangkut uang tunai Rp 6 miliar

Sebelumnya dikabarkan, pihak Polda Metro Jaya mencari bukti tambahan ke Australia untuk mengungkap kematian Wayan Mirna Salihin. Namun belakangan, Australia menolak memberikan informasi. Jessica sendiri dikenakan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukuman Pasal 340, bisa berujung pada hukuman mati.