Polisi Gadungan Kencani Janda, Endingnya Jadi Seperti Ini

janda-beranak

Seorang janda menjadi korban penipuan polisi gadungan bernama Andi Setyawan alias Andi Fiki Setyawan (32). Padahal, polisi gandungan tersebut ternyata adalah sopir sebuah pabrik rokok. Namun dengan sangat meyakinkan, Andi mengaku sebagai polisi.

Dan dengan status palsunya tersebut, Andi berhasil memperdaya DN (27), janda warga Dusun Ardirejo, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Sikap polisi palsu ini sempat membuat resah warga Dusun Pidek, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi.

Sebab Andi kerap membawa DN menginap, tanpa status yang jelas. Warga yang resah melaporkan ke Kepala Desa setempat. “Minggu (14/8/2016) malam perangkat desa kemudian mendatangi yang bersangkutan, dengan maksud menanyatakn identitasnya,” ungkap Kapolsek Gondanglegi, Kompol Budi Harianto, Senin (15/8/2016).

Baca:   Begituan Dengan Pacarnya Pakai Mentimun, Wanita Ini Ditemukan Tewas, Begini Kronologisnya

Saat itu Andi menunjukan KTP dengan status pekerjaan anggota Polri. Kepada kepala desa dan para perangkat, Andi mengaku sebagai anggota intel Polda Jawa Timur. Merasa curiga, kepala desa kemudian melapor ke Bintara Pembina keamanan dan Ketertiban masyarakat (Babinkamtibmas).

Saat diperiksa oleh Babinkamtibmas, di dalam dompet Andi ditemukan empat KTP. Masing-masing KTP mempunyai data yang berbeda. Kedok Andi pun terbongkar, bahwa pekerjaanya adalah sopir di pabrik rokok GB.

“Saat itu anggota Polsek Gondanglegi sudah dikirim untuk menjemput pelaku. Namun saat tim dari Polsek masih dalam perjalanan, pelaku melarikan diri,” tambah Budi, dikutip dari tribunnews.com.

Andi kabur dengan mengendarai mobil sedan ke arah Gedangan. Namun polisi dari Polsek Gondanglegi berhasil menghentikannya di jembatan Desa Urung-Urung.  Andi pun dibawa ke Mapolsek Gondanglegi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Baca:   Jatuh Miskin, Mantan Bintang Film Bollywood Jadi PSK

Masih menurut Budi, selain KTP palsu, dari tangan Andi juga disita Kartu Keluarga (KK) palsu. Andi mengaku, DN adalah kekasih yang akan dinikahinya. Kini polisi mengembangkan kasusnya. “Tidak menutup kemungkinan ada korban-korban lain. Kami masih mendalami pengakuannya,” tandas Budi.