Polisi mentahkan gugatan praperadilan Jessica Kumala Wongso

jessica-Kumala-Wongso

Kasus pembunuhan dengan tersangka Jessica Kumala Wongso kini memasuki babak baru. Pihak Jessica kini menempuh jalur praperadilan karena menganggap bahwa penetapan dirinya sebagai tersangka kematian Wayan Mirna karena menyeruput ‘kopi sianida’ adalah salah. Sidang itu dimulai hari ini 24/2/2016 dengan agenda pembacaan jawaban dari termohon yaitu Polda Metro Jaya. Sidang praperadilan itu hanya berlangsung singkat.

Dalam sidang yang berlangsung kurang dari satu jam itu, pihak Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Bidang Hukum Polda Metro Jaya membacakan jawaban atas permohonam praperadilan yang dilayangkan pihak pemohon yaitu Jessica Kumala Wongso. Salah satu perwakilan kuasa Hukum Polda Metro Jaya, Perri, menegaskan bahwa permohonan Jessica salah alamat, kabur dan tidak patut diterima.

Baca:   Cerita Petugas KNKT Dengarkan Rekaman Mengerikan Black Box (Kotak Hitam) Pesawat

Indikasi salah alamat tersirat pada dokumen yang diajukan oleh Jessica dengan menuliskan Kapolsek Tanah Abang sebagai termohon, dilansir Rimanews.com. “Pertama, (memohon hakim) menolak praperadilan yang diajukan oleh pemohon untuk seluruhnya dan menyatakan setidak-tidaknya tidak dapat diterima atau NO. Kedua, menyatakan termohon tidak pernah melakukan penahanan terhadap pemohon Jessica Kumala Wongso,” ujar Perri di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2016).

Baca:   Dua motif diduga jadi penyebab Jessica racuni Mirna Salihin

Polsek Tanah Abang, sambung Perri, tidak memiliki kewenangan untuk memgeluarkan Jessica Kumala Wongso dari rumah tahanan lantaran kewenangan berada di Polda Metro Jaya. Hal itu lantaran dalam dokumen pihak termohon ialah Kapoldek Metro Tanah Abang. Selain itu, Polsek Metro Tanah Abang juga tidak memiliki kewenangan untuk mencabut cekal pemohon, Jessica Kumala Wongso.

“Keempat, menghukum pemohon untuk membayar seluruh biaya perkara yang ditimbulkan dalam perkara ini,” pungkas Perri.