Politisi ini mengaku menyesal sudah bahwa Ahok ke DKI Jakarta

Sanusi

Anggota Fraksi Partai Gerindra, Mohamad Sanusi, mengaku menyesal telah berperan membawa calon petahana, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ke Jakarta. Gerindra sendiri merupakan partai yang mengusung Jokowi dan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2012 lalu. Kala itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) masih menjadi kader partai Gerindra sebelum akhirnya hengkang.

“Saya yang juga merasa bersalah, saya bagian dari Pak Ahok tinggal (memimpin) di Jakarta,” kata Sanusi, saat menjadi pembicara pada acara Konvensi Gubernur Muslim Jakarta, di Masjid Baiturrahman, Jakarta Selatan, dilansir dari lama Kompas.com, Sabtu (26/3/2016).

Baca:   Ini 6 Jagoan PDIP Yang Siap Lawan Ahok di Pilkada DKI 2017

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta itu menceritakan pengalamannya ketika ia selalu mendampingi Ahok ketika berkampanye. Ahok saat itu menjadi calon wakil gubernur pendamping Jokowi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Setelah menjadi wakil gubernur, Ahok memutuskan hengkang dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut. Alasannya, ia merasa tak sepaham dengan sikap Gerindra yang mendukung mekanisme pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

“Saya selalu ikut dia dan Pak Jokowi kampanye atau debat-debat bakal calon saat itu. Saya juga bakal calon (gubernur) dari Gerindra, dulu. Namun, partai lebih memilih Ahok,” kata Sanusi. Ia pun mengimbau para tokoh lain untuk tidak takut mencalonkan diri sebagai gubernur. Sebab, kata dia, Ahok dapat dikalahkan.

Baca:   Benarkah, Opsi Pertama PDI-P Ahok dan Djarot di Pilkada DKI 2017?

“Enggak ada yang istimewa dari Gubernur sekarang, enggak ada yang perlu ditakutin. Saya bilang kalau Pak Gubernur maju independen, silakan maju, tetapi jangan jelekin parpol,” kata Sanusi.