Pria Ini Punya Ukuran Penis 10 Kali Lebih Besar dari Ukuran Normal, Akibatnya Ia Tidak Bisa Berhubungan Seks

penis-besar

Punya ukuran penis lebih besar mungkin merupakan suatu kebanggan tersendiri bagi sebagian pria. Namun tak demikian untuk pria Kenya ini, hal tersebut justru menjadi “kutukan”. Sorence Owiti Opiyo memiliki penis 10 kali lebih besar dari ukuran rata-rata. Pria malang berusia 20 tahun itu tinggal dengan neneknya, setelah kedua orangtuanya meninggal saat ia berumur lima tahun.

Kisah itu berawal ketika Opiyo berusia 10 tahun. Alat kelamin pria asal Kibigori tersebut membengkak dan tampak seperti bisul. Awalnya ia menunggu bengkak tersebut menghilang, namun ternyata makin membesar. Karena bengkaknya tak kunjung menghilang, neneknya pun membawa Opiyo ke dokter dan kemudian operasi dilakukan.

Baca:   Modus Banget! Bos Ini Mencium Bibir Karyawan Wanitanya Setiap Hari, Ada Apa?

Awalnya tindakan itu membantunya. Namun tak lama bengkak tersebut makin membesar dan lebih buruk dari sebelumnya. Akibat penyakit yang dideritanya, ia tak dapat berhubungan seks. Padahal selama ini Opiyo mengaku ingin memiliki anak dan membangun sebuah keluarga.

penis-besar1

Dilansir oleh liputan6.com, Opiyo juga putus sekolah dan tak bisa bekerja karena orang-orang mencemooh kondisinya. Saat ini keluarganya berusaha mengakhiri mimpi buruk itu dengan mencari dana agar dapat mengupayakan prosedur medis lain. Hingga kini belum diketahui nama medis dari kondisi yang dialami Opiyo. Ia pun diduga menjadi satu-satunya pria di Afrika yang menderita penyakit itu.

Baca:   Terungkap, Ini Jawaban Terbaru Soal Misteri Segitiga Bermuda Itu, Anda Penasaran?

Sebuah sumber dari keluarganya mengatakan, Opiyo rencananya akan menjalani operasi setelah dokternya berkonsultasi dengan dua dokter lainnya.

Keluarga berharap orang-orang simpatik dan menyumbang sejumlah dana untuk membiayai upaya kesembuhan Opiyo. Saat ini mereka telah menerima bantuan keuangan dari Istri Gubernur Kisumu, Olivia Ranguma, dan rencananya akan membawa Opiyo ke Rumah Sakit Jaramogi Oginga.