Pria Thailand dipenjara 30 Tahun Karena Terbukti Hina Raja di Facebook

foto-raja-thailand

Gara-gara menghina raja, seorang pria dan wanita di Tahiland dijatuhi hukuman penjara 30 dan 20 tahun oleh Pengadilan militer negara tersebut. Pria dan wanita itu dinilai telah bersalah karena telah menghina kerajaan Thailand di sosial media Facebook. Seperti yang dilansir situs berita BBC dan dikutip dari Detik, Sabtu 8 Agustus 2015, hukuman ini adalah yang paling keras berdasarkan hukum kejahatan pelanggaran terhadap kerajaan atau ‘lese majeste’ Thailand, yang melarang kecaman terhadap Raja Bhumibol Adulyadej.

Vonis ini terkait dengan sejumlah tulisan di Facebook. Penghukuman karena pelanggaran terhadap kerajaan meningkat di Thailand sejak kudeta militer tahun lalu. Menurut kelompok hak Thailand, ‘iLaw’, hanya terjadi dua penghukuman karena kejahatan sejenis sebelum kudeta. Sekarang jumlahnya mencapai paling tidak 65 kasus. “Hukuman ini memecahkan rekor,” kata kuasa hukum Pongsak, Sasinan Thamnithinan, terkait hukuman panjang yang diterima kliennya, dikutip dari Kompas.

Pengadilan militer Bangkok memutuskan Pongsak Sriboonpeng (48) bersalah karena mengunggah status dan foto yang dianggap menghina monarki lewat akunnya di media sosial Facebook. Dia terbukti mengunggah enam kali status dan foto yang dianggap menghina keluarga kerajaan. Untuk setiap pelanggaran Pongsak diganjar 10 tahun penjara. Artinya, untuk semua kesalahannya, Pongsak harus mendekam 60 tahun dalam penjar.

Baca:   Tetty Paruntu, Bupati Tercantik di Indonesia dari Minahasa Selatan

Namun, setelah mengaku bersalah telah menghina keluarga kerajaan, pengadilan memangkas hukumannya hingga separuh. Pongsak “hanya” dihukum 30 tahun penjara.

Sejumlah kalangan menilai, undang-undang tersebut kerap digunakan sebagai senjata terhadap lawan-lawan politik para elite pendukung monarki. Kini penguasa militer menggunakan undang-undang itu untuk mengincar mereka yang menentang kudeta. Semoga saja kebebasan berekspresi yang ada di negara kita bisa dimanfaatkan dengan baik, ya.