Provinsi ini berikan beasiswa hanya kepada wanita yang masih perawan

wanita-perawan

Beasiswa harusnya menjadi hak siapapun pun yang benar-benar membutuhkan. Jika pun ada seleksi, biasanya masih ada kaitannya dengan kemampuan intelektual. Namun, seorang walikota, entah secara sadar atau tidak, mengeluarkan sebuah syarat yang lain dari biasanya untuk bisa mendapatkan beasiswa. Walikota Provinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan, Dudu Mazibuko, membuat pernyataan yang kontroversial, yakni hanya akan memberikan beasiswa bagi mahasiswi yang masih perawan.

Walikota tersebut pun menuai banyak protes terkait syarat memperoleh beasiswa tersebut. Dudu beralasan, kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mengurangi tingkat HIV, AIDS, serta kehamilan yang tidak diinginkan di Provinzi Kwazulu-Natal. Tentunya, mereka yang menerima beasiswa tersebut harus memberikan bukti dari tes keperawanannya. Kelompok HAM langsung mengecam langkah tersebut.

Baca:   Cerita Bayi Yang dicuri ditemukan 17 Tahun Kemudian

Menurut juru bicara Lembaga Pelanggaran Terhadap Wanita di Afrika Selatan, Idumeleng Muloko, syarat beasiswa tersebut merupakan pelanggaran terhadap hak-hak dan martabat perempuan. “6,3 juta orang di Afrika Selatan positif HIV, dan tes keperawanan tak akan menghentikan penyebaran HIV dan AIDS tersebut,” ujar Idumeleng seperti dikutip dari Liputan6.com. Kwazulu-Natal adalah salah satu provinsi yang terkena dampak terburuk di negara yang memiliki jumlah tertinggi di dunia Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Baca:   Sudah Setahun Lebih Nikah, Suami Kaget Istri Ternyata 'LadyBoy'

Menurut walikota, baik pemerintah kabupaten maupun universitas akan menjadi orang-orang yang melaksanakan tes keperawanan. Mereka yang menerima beasiswa dan terbukti perawan juga akan ambil bagian dari upacara tahunan Zulu, upacara di mana gadis-gadis perawan terpilih untuk melakukan tarian penghormatan pada Raja Goodwill Zwelithini. Masalah keperawanan masih menjadi isu yang sensitif di banyak negara berkembang.

Baca:   Pengakuan mengejutkan Nania Idol Murtad gara-gara lihat wajah ganteng

Banyak pihak yang memaparkan, keperawanan tidak seharusnya menjadi alasan bagi seorang perempuan menerima tindakan diskriminatif dalam masyarakat.

loading...