Qantas Airways Larang Pengguna Bawa Galaxy Note 7, Ini Alasannya

galaxy-note-7

Digadang-gadang akan menjadi smartphone andalan Samung, Galaxy Note 7 justru membuat masalah. Kini Samsung harus menanggung sejumlah kerugian karena masalah baterai panas hingga meledak di model Galaxy Note 7 yang baru saja dirilis. Efeknya, salah satu perusahaan penerbangan asal Australia, Qantas Airways, melarang penumpang membawa smartphone Samsung Galaxy Note 7.

Hal itu dikarenakan banyak peristiwa baterai meledak saat gadget tersebut diisi ulang. Larangan itu terjadi selama penerbangan dilakukan. Qantas melakukan hal tersebut untuk melindungi para penumpang dari ancaman bahaya karena Samsung juga menarik produk akibat baterai yang sering meledak. Meski, aturan tersebut tidak terdapat di penerbangan.

Baca:   Konsep Kota Masa Depan Berbentuk Ikan Pari Mengapung di Laut

Larangan juga mencakup kepada ponsel yang terhubung dengan sistem hiburan di pesawat menggunakan port USB yang tersedia.

“Merujuk pada kebijakan Samsung Australia yang menarik kembali produk Galaxy Note 7 akibat peristiwa ledakan baterai, kami meminta kepada para penumpang yang menggunakan produk tersebut untuk tidak dihidupkan atau mengisi baterai selama dalam penerbangan,” kata jurubicara Qantas dalam pernyataan resminya seperti dikutip Reuters,  Kamis (8/09/2016).

Baca:   Wanita Ini 'Buang' Komputer Apple I Seharga Rp 200.000 Dolar AS

Di bulan Februari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional melarang penggunaan baterai lithium-ion dan meletakkan di bagasi karena ada kekhawatiran pilot dan pembuat pesawat tentang risiko kebakaran.

loading...