Razman Arif Nasution akan bela warga Kalijodo sampai tuntas…

Razman-Arif-Nasution

‘Pengusaha’ Kalijodo, Daeng Aziz akhirnya memilih untuk menempuh jalur hukum terkait dengan rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menertibkan kawasan prostitusi Kalijodo. Sebagai kuasa hukumnya, Daeng Aziz menunjuk Razman Arif Nasution sebagai pembela warga Kalijodo untuk melawan Ahok. Mantan pengacara Komisaris Jenderal Budi Gunawan itu mengatakan telah menyiapkan strategi untuk membela warga Kalijodo. Razman mengatakan tidak mau pemerintah merugikan warga Kalijodo.

“Intinya kita mau ini bereslah. Kita bercermin saja ke preseden kita di Kramat Tunggak, bisa kok (jadi) Islamic Center. Enggak ribut-ribut gini Bang Yos. Caranya gampang aja, Ahok diskusi dengan Bang Yos, dapat solusinya,” kata Razman, di Kalijodo, Jakarta Utara, dikutip dari Kompas.com, Rabu 17/2/2016. Razman mengatakan akan memasukkan pula konsep pendekatan semua unsur, hukum, sosiologi, dan religi untuk membela Kalijodo. Razman mau tidak ada cara-cara pemaksaan oleh pemerintah dalam menangani Kalijodo.

“Kalau misalnya ada pemaksaan dari pemerintah daerah, kita laporkan ke Kemendagri (dan) ke Presiden,” ujar Razman. Terlebih lagi, kata dia, kalau main gusur. Sebab, menurut dia, pemerintah perlu mendata para pemilik sertifikat. Beberapa warga menurut penglihatannya langsung memiliki sertifikat. “Kalau digusur itu dilihat dulu ada enggak mereka punya surat. Kalau punya surat tunggu dulu, suratnya ada juga, saya lihat sertifikat,” ujarnya.

Baca:   Tokoh Kampung Pulo sebut Ahok seperti durian, luarnya kasar dalamnya enak

Razman mempertanyakan kalau ini soal ruang terbuka hijau, mengapa mal seperti Season City, tidak ditangani yang sama oleh pemerintah. “Kenapa enggak selesaikan dulu di Season City dulu, kenapa enggak diselesaikan yang ada di Pulau Intan, selesaikan dulu itu supaya rakyat percaya,” ujarnya. Jangan sampai, menurut dia, masalah sosial baru justru muncul jika Kalijodo digusur. “Karena dia yakin keluar dari sini enggak makan lagi dia. Emang nanti bagaimana? Siapa bertanggung jawab kalau dia menimbulkan kejahatan di luar? Dia merampok? Iya kan,” ujarnya.

Razman mengatakan akan membela kasus ini hingga tuntas. “Saya mau ini sampai tuntas. Pindah atau tidak pindah. Kalau pindah, apa kompensasinya. Kalau tidak pindah, apa kompensasinya.” “Semua harus ada dong. Hewan aja kalau dipindahkan kandangnya lebih dari 10 ekor dia bisa melawan lho. Artinya, jangan buat rakyat marahlah,” ujar Razman. Soal honor, Razman mengatakan, dia ditunjuk oleh warga Kalijodo untuk masalah rencana penertiban ini.

Baca:   Ahok Tantang Menko Rizal Tunjukkan Surat Putusan Penghentian Reklamasi

Dia mengaku belum ada pembicaraan soal bayaran. Namun, ia tak masalah juga bila tak dibayar warga. “Sampai hari ini kami belum bicara honor. Saya kira terserah mereka. Mereka mau bantu yang wajar saya terima, tidak juga tidak apa-apa. Tapi, tidak ada ketentuan honor,” ujar Razman. Razman mengaku membela Kalijodo setelah mempelajari duduk perkaranya. Ia ingin membantu warga Kalijodo. “Semata-mata dalam rangka penegakan hukum, saya tidak ingin ada kejahatan sosial, penyakit masyarakat.”

“Tetapi, kalau mau melihat itu lihat apa yang menjadi akar masalah supaya selesai tidak dilihat dari masalahnya. Kalau hulunya clear, hilirnya pasti selesai,” ujarnya.