Reklamasi Pulau G distop Rizal Ramli, Ahok: Mungkin Karena Saya Gubernur Podomoro

Ahok

Menko Kemaritiman Rizal Ramli resmi menyetop reklamsi Pulau G milik PT Agung Podomoro Land (APL). Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mensinyalir adanya motif lain dibalik keputusan penghentian pelaksaan pulau G tersebut. Menurut Ahok, tidak masuk akal bila alasan Menko Rizal menghentikan reklamasi hanya karena persoalan terganggunya utilitas kabel bawah laut milik PLN.

“Makanya kamu wawancara deputi deh sama Bappeda DKI, kalau ini kan seolah-olah cuma ngincer pulau G,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Rimanews.com, Jumat (1/07/2016). Padahal, diklaim Ahok dari segi pembangunan, Pulau G secara teknis dan mekanisme perhitungan lebih baik dari pada pulau lain.

Baca:   Wanita Ini Berdandan Menggunakan Maskara Korban Pesawat Malaysia Airlines MH17

Contohnya, pulau C dan D yang disebutnya lebih mencemari lingkungan karena ada banyak rekomendasi pembangunan yang tak dilakukan pengembang. Terlebih dalam persoalan ini Ahok sadar bahwa dirinya pernah dituding selalu membekingi proyek yang dilaksanakan oleh Agung Podomoro. “Makannya karena Ahok dianggap Gubernur Podomoro kali,” ucap Ahok.

Sebelumnya, Menko Rizal memutuskan untuk menghentikan reklamasi Pulau G selamanya karena telah melakukan pelanggaran berat. “Reklamasi Pulau G memenuhi unsur pelanggaran berat, jadi kita hentikan untuk selamanya,” kata Rizal saat memimpin Rakor bersama Tim Gabungan di kantornya, Gedung BPPT, Jakarta, Kamis.

Baca:   Takut Digerebek, Model Cantik Terjuan dari Lantai 6 Hotel Grand Kanaya

Dalam kasus reklamasi, sambung Rizal, ada 3 kriteria pelanggaran, yaitu berat, sedang dan ringan. “Pulau G dihentikan karena ditemukan pelanggaran berat. Seperti banyak kabel listrik di dasar laut milik PLN sehingga mengganggu lalu lintas dan membahayakan lingkungan hidup,” pungkas Rizal.