Replika Bahtera Nabi Nuh Terbesar di Dunia Dibuka di AS

Bahtera Nabi Nuh

Sekelompok umat kristen yang yakin bumi berumur 6000 tahun berhasil membangun replika bahtera Nabi Nuh yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1 triliun. Replika bahtera Nabi Nuh tersebut resmi dibuka di Kentucky, Amerika Serikat. Kapal kayu tersebut memiliki panjang 152 meter dan kini menjadi daya tarik utama di The Ark Encounter, sebuah taman bermain yang juga baru dibuka di Kentucky.

Di dalam replika kapal itu, yang merupakan bangunan kayu terbesar di dunia, terdapat ekshibisi yang menampilkan Nabi Nuh dan keluarganya serta hewan-hewan yang diselamatkannya. Uniknya, di antara hewan-hewan yang diselamatkan Nabi Nuh ini terdapat beberapa dinosaurus, yang diyakini pembuat replika pernah hidup bersama manusia.

Baca:   Tren batu akik boleh turun, namun batu ini tetap dicari kolektor

Ken Ham, presiden dan direktur eksekutif Answer in Genesis, organisasi yang membangun taman bermain ini, mengatakan, pembangunan tempat ini untuk menunjukkan bahwa Nabi Nuh adalah orang yang sangat cerdas. “Nabi Nuh bukanlah semacam manusia purba yang primitif. Dia adalah sosok yang sangat cerdas. Pertanyaan besarnya adalah bagaimana semua hewan ini masuk ke dalam bahtera,” ujar Ham, dikutip dari Kompas, Jumat (8/7/2016).

Bahtera itu memiliki panjang 152 meter dan tinggi 24 meter. Bangunan ini mampu memuat 16.000 pengunjung dalam satu hari. Untuk membangun replika bahtera sesuai ukuran yang dicantumkan di dalam kitab suci, dibutuhkan hampir 94.000 kubik kayu, belum termasuk isi di dalam replika perahu ini.

Baca:   Pada Umur 13 Tahun, Remaja di Jepang Sudah Legal Bercinta

Setelah menyelesaikan pembangunan replika bahtera Nabi Nuh, organisasi ini berencana membangun replika kota Babel, desa Timur Tengah abad pertama, dan masih banyak lagi. Menurut Perjanjian Lama, Nabi Nuh membangun bahtera setelah Tuhan memberi tahu dia bahwa banjir besar akan melanda dan Nuh harus menyelamatkan semua hewan di dunia.

Pada 2010, para arkeolog menemukan sisa sebuah perahu di Gunung Ararat, Turki, dan diyakini sebagai bahtera Nabi Nuh. Namun, sebagian ilmuwan yang lain meragukan keotentikan bahtera tersebut.