Restui anaknya jadi pastor, mata Siti Asiyah berkaca-kaca

siti-aisyah

Siti Asiyah dengan jilbab berwarna hitam ikut dalam barisan pada calon imam Katolik yang hendak ditahbiskan. Sambil berjalan, ia mengapit lengan putranya Robertus B Asiyanto, SVD, satu dari 11 calon Imam Serikat Sabda Allah (SVD) yang ditahbiskan di Ledalero, Maumere, Sabtu (10/10/2015). Ribuan umat yang hadir memperhatikan satu sosok ibu bersama para calon imam memasuki altar Gereja.

Maklum saja karena ini merupakan pemandangan yang tidak biasa mereka lihat dan mungkin tidak akan pernah mereka lihat di kemudian hari. Siti Asiyah, seorang muslimah mendampingi putranya untuk ditahbiskan menjadi imam dalam Gereja Katolik.

Pentahbisan Pastor Yanto Pertemukan Ibu dan Anak yang 30 Tahun Terpisah http://t.co/OKfaQTCKVv via @poskupang pic.twitter.com/pY2FYNGP7S
— TRIBUNnews.com (@tribunnews) October 12, 2015

Mata Siti Asiyah berkaca-kaca saat memberi restu kepada anaknya, Robertus Asiyanto yang akrab disapa Yanto menjadi seorang imam dengan menumpangkan tangan di atas kepalanya. Siti Asiyah, asal Cancar, Kabupaten Manggarai itu didampingi ayah angkat Pater Yanto saat memberi penumpangan tangan untuk putranya. Selanjutnya Yanto bersama 10 rekannya ditahbiskan menjadi pastor oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.

Baca:   Senjata makan tuan, model seksi foto selfie di ranjang usai bercinta

Siti Asiyah mengikuti perayaan misa dan prosesi pentahbisan dengan khusuk. Dia duduk tenang pada kursi barisan depan di gereja seminari tinggi terkemuka di Pulau Flores tersebut. “Senang sekali. Saya sangat senang,” ujar Siti Asiyah kepada Pos Kupang seusai misa pentahbisan. Hanya itu kata-kata yang keluar dari bibir Siti Asiyah. Wajahnya sumringah, senyum terus mengembang di bibirnya.

Aryanti, adik bungsu Pater Yanto juga mengungkapkan rasa bangga karena kakaknya sudah ditahbiskan menjadi imam. “Saya senang sekali hari ini,” ujar Aryanti. Aryanti, bungsu dari tiga bersaudara. Kakak sulung Aryanti dan Yanto adalah perempuan, juga seorang muslim sama seperti ibu mereka Siti Asiyah. “Saya baru bertemu kakak sulung saya delapan bulan lalu. Selama ini kami di rumah hanya mama, dan kakak pater,” ujar Aryanti yang juga penganut Katolik.

Baca:   Jatuh Miskin, Mantan Bintang Film Bollywood Jadi PSK

Aryanti tidak menyesal kakak lelaki satu-satunya di rumah itu menjadi imam. “Saya tidak menyesal. Malah saya senang sekali,” kata Aryanti semangat, dikutip dari Tribunnews.com, Senin 12/10/2015. Aryanti berharap, kakaknya menjalankan tugas dengan baik dan setia dalam panggilan. “Hari ini sungguh luar biasa semoga Tuhan selalu menyertai perjalanannya,” kata dia.

Pater Yanto mengungkapkan perasaan hati yang sama. “Hari ini sangat istimewa bagi keluarga saya. Setelah 30 tahun tinggal berpisah, hari ini kami semua bersatu, saya senang sekali,” kata Pater Yanto. Pater Yanto mengungkapkan, ibunya Siti Asiyah sejak lama sudah tak sabar agar dirinya segera ditahbiskan menjadi imam Katolik.

Baca:   Ternyata Bupati Katingan Kepergok Mesum Dengan istri Cantik Polisi di Rumah Kosong

“Tahun lalu saya memilih istirahat dulu. Tetapi mama protes. Mama mungkin khawatir saya tidak ditahbiskan. Hari ini, saya senang sekali,” ujar Pater Yanto di sela menyambut ribuan umat yang menyapa dirinya.

Pater Yanto ditahbiskan bersama dengan 10 rekannya yakni, Eugenius Dwi Ardika Iryanto, SVD, Maximus Hali Abit, SVD; Kalixtus\Hartono,SVD, Christoforus Abjayandi Sans, SVD Ferdinandus Nuho, Roberto Arif Oula, SVD, Firminus Wiryono, SVD, Benediktus Obon, SVD, Aloysius Rabata Men, SVD dan Amandus Mare, SVD.

loading...