Ribuan warga Jepang arak replika Mr P raksasa di Festival Penis

Replikas Mr P Raksasa

Festival Penis di Jepang kembali berlangsung. Ribuan warga rela berdesak-desakan hanya untuk mengarak replikas Mr P raksasa yang dilaksanakan sebagai penghormatan kepada alat kelamin pria tersebut. Selain mengarak replikas Mr P, para warga Jepang yang terlibat dalam Festival Penis, mulai dari anak-anak hingga lansia, juga menghisap lolipop penis dan berpose patung-patung berbentuk Mr P.

Pengunjung juga mengenakan paruh penis, dilakukan dompet penis raksasa dan bahkan mengangkangi lingga kayu raksasa. Festival penis, juga dikenal sebagai Festival Phallus Baja atau ‘Willy Festival’. Festival ini berlangsung setiap tahun dan menarik perhatian puluhan ribu orang dari luar kota dan wisatawan asing. Souvenir dari festival penis termasuk gantungan kunci, pernak-pernik, polpen, cokelat dan bahkan gelas mainan, semuanya berbentuk penis.

Baca:   Ini batuk giok Gayo yang masih tetap jadi primadona

“Saya pikir itu brilian. The mikoshi (kuil portabel) parade yang mengagumkan,” ujar seorang siswa bernama Sayuri Kubo (14). Pemimpin lokal Hiroyuki Nakamura dari Kuil Kanayarma mengatakan: “Jika anak-anak tidak terbiasa melihat (alat kelamin pria), mereka bisa sedikit panik ketika saatnya tiba,” ujarnya.

“Orang-orang datang berdoa untuk keberuntungan dan meminta para dewa melindungi mereka. Festival ini bagian dari budaya masa lalu tapi masih memiliki bagian yang berharga untuk masyarakat modern,” tambahnya. Festival penis dimulai sejak tahun 1977 di Kuil Kanayama yang tujuannya adalah merayakan dan mengucapkan terima kasih atas kesuburan yang dimiliki para pria. Diyakini, festival penis ini sudah ada sejak abad ke-17, berasal dari kisah tentang iblis bergigi tajam yang jatuh cinta kepada seorang gadis cantik.

Baca:   Celana Jeans Sobek di Bokong Jadi Tren, Anda Berani Cobanya?

Tergila-gila kepada gadis itu, iblis merampok kebahagiaan sang gadis dengan kekasihnya lewat cara yang sungguh mengerikan. Hingga akhirnya seorang pandai besi membuat sebuah penis baja yang bisa mematahkan gigi taring sang iblis. Akhirnya, sang iblis musnah dan gadis itu bebas dan bisa hidup bahagia. Sekarang, festival ini digelar juga sebagai bentuk pemahaman kepada warga tentang praktik seks yang aman dan menggalang dana untuk program pencegahan HIV.

loading...