Robot aktris pertama didunia jadi pemeran utama

robot-aktris

Peran robot dalam kehidupan manusia sepertinya tidak bisa lagi dipisahkan. Bahkan robot kini sudah bisa menjadi artis yang menggantikan peran manusia sebagai pemeran utama. Robot itu diciptakan oleh pembuat film asal Jepang yang disebut sebagai bintang film robot. Artis Android yang memiliki peran utama ini akan bersanding dengan manusia dalam film Sayonara, pasca krisis tenaga nuklir yang mematikan di Jepang beberapa waktu lalu saat terjadi bencana tsunami.

Menurut informasi yang dilansir dari Laman Sindonews, robot Android ini akan diberi nama Geminoid F dan dirancang untuk dapat melihat dan bertindak layaknya manusia. Bahkan untuk kulit dan wajahnya menyerupai kulit manusia yang terbuat dari bahan karet. Sayangnya, robot aktris ini tidak memiliki kemampuan untuk berjalan dan juga berputar layaknya manusia.

Baca:   Demi Ponsel iPhone, Anak Ini Tak Perdulikan Nyawanya

Dalam film Sayonara, Geminoid F akan berperan sebagai Leona, yang disebut sutradara Koji Fukada sebagai artis. Sebagai informasi, dalam berbagai film besar, robot diperankan oleh aktor nyata dengan bantuan efek visual. Namun dalam film ini, robot benar-benar berakting layaknya artis benaran tanpa menggunakan pemeran pengganti. Geminoid F diproduksi oleh Hiroshi Ishiguro, seorang desainer robot ternama di Universitas Osaka di barat Jepang, seharga 776.000 pound atau setara dengan Rp16,37 miliar.

Geminoid F bisa tersenyum, mengerutkan alis dan menggerakkan mulutnya. Dia juga dapat berbicara dan bernyanyi. Robot ini dilengkapi dengan aktuator bermotor, didukung oleh tekanan udara, yang memungkinkan dia untuk menyontoh ekspresi wajah manusia. Dalam film tersebut, dia dikendalikan dari jarak jauh dari laptop.

Baca:   Habiskan dana Rp 140 miliar, situs Revolusi Mental dicaci maki netizen

Ishiguro telah merancang beberapa robot yang dibuat agar terlihat seperti manusia. Profesor itu mengatakan bahwa suatu hari robot bisa menipu kita, sehingga kita percaya jika mereka adalah manusia. Wah, kalau seperti ini, peran utama manusia sebagai pemain film terancam oleh robot-robot yang semakin lama semakin tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, ya. Tapi bagaimana pun, robot tetaplah robot yang tidak punya hati dan rasa.