Saat diciduk Polisi, Daeng Aziz sedang dikelilingi anak buahnya

daeng-aziz

Pengusaha Kalijodo bernama Daeng Aziz akhirnya diringkus polisi tanpa perlawanan di rumah di Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2016). Daeng Aziz saat itu sedang di sebuah kamar kost, namun menurut Penjaga Kost, Ibnu Abdillah (20), mengatakan Daeng Azis tak menyewa kamar kos disitu. Namun, kata Ibnu, satu hari sebelum penangkapan, rekan Daeng Azis datang dan menyewa sebuah kamar disitu.

Rekannya itu, yakni Syahrir yang meninggalkan alamat rumah di BTN Mutiara Zahra Residence, Taeng Pallanga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan di buku tamu rumah kos tersebut. “Jadi baru tadi pagi orang yang namanya Daeng Azis itu datang ke kos mengunjungi temannya, lalu duduk-duduk di lobi sambil mengobrol,” kata Ibnu kepada wartawan, dikutip dari Tribunnews.com. Saat datang, Daeng Azis tak sendirian, tapi bersama tujuh anak buahnya.

Baca:   Kasihan! Hanya karena tidak pakai Jilbab, wanita cantik ini dicap 'tak bermoral'

Setelah itu Daeng Azis duduk-duduk di lobi bersama anak buahnya dan Syahrir. Tapi ada pula anak buahnya yang berdiri diluar rumah kos. Saat mengobrol, anak buah Daeng Azis sempat membeli gorengan lalu disajikan di atas meja. Mereka terus bicara di lobi sampai pukul 13.30 WIB atau hingga polisi datang. Menurut Ibnu, polisi datang dengan 3 mobil dan parkir di pinggir jalan. Polisi lalu menghampiri penjaga kost dan menunjukkan surat tugas.

Baca:   Wayan Mirna WA Jessica untuk dipesankan es kopi Vietnam

“Polisi cuma bilang ‘kami polisi dan mau tangkap orang’,” kata Ibnu. Setelah itu polisi lekas masuk ke dalam kos dan meringkus Daeng Azis yang sedang duduk dan ada anak buahnya di sekeliling dia. Tapi begitu menyebut polisi, tak satu pun anak buah penguasa Kalijodo itu berani melawan atau melindungi bosnya. “Itu ada satu anak buahnya juga yang dibawa,” kata Ibnu. Jajaran Polres Metro Jakarta Utara menetapkan Abdul Aziz alias Daeng Aziz sebagai tersangka kasus pencurian listrik.

Dia diduga mencuri listrik di kafe miliknya, Kafe Intan, Kalijodo. Dia dijerat Undang-Undang Nomor 30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan.