Sadis! Dokter muda dibunh pasangan sejenis usai hubungan badan

LBGT

Seorang dokter muda bernama Frangco Luhulima (24) yang tewas dibunuh oleh kekasihnya sendiri akhirnya terungkap. Hal itu terungkap dalam rekonstruksi kejadian yang dilakukan penyidik Polsek Dimembe di lokasi kejadian di Desa Patokaan, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut). Dari rekonstruksi ini diketahui bahwa Frangco ternyata gay dan tewas setelah dibunuh dengan 31 tikaman oleh pasangan sejenisnya.

Rekonstruksi ini diperagakan oleh LK alias Olan (24), tersangka pembunuhan terhadap dokter muda yang merupakan warga Tingkulu, Kecamatan Wanea, Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) itu. Olan adalah pasangan sejenis dari dokter Frangco. Dalam rekonstruksi yang dihadiri ratusan warga itu, tersangka memeragakan bagaimana dia menghabisi nyawa dokter muda yang menjadi kekasih sejenisnya itu.

Baca:   Waspada! Ini 9 Profesi Yang Paling Rentan Perselingkuhan, Kantor dan No 2, 3 Paling Bahaya

Tersangka menghabisi nyawa dokter Frangco dengan 31 tusukan pisau. Semua itu terangkum dalam 32 adegan yang diperagakan tersangka. Dokter Frangco pun tewas persis di adegan ke-22 dengan tusukan yang mengenai dada korban. Dalam pengakuan tersangka kepada penyidik, Olan mengenal dokter Frangco Luhulima bulan September melalui media sosial (Medsos) Facebook.

Setelah perkenalan itu, sejak Oktober dia dan korban menjalin asmara sebagai pasangan kekasih. Selama menjalin hubungan pasangan sejenis, tersangka mengaku sering melakukan hubungan badan dengan dokter Frangco. “Lumayan banyak saya berhubungan dengan korban bahkan sudah tidak pernah terhitung,” tutur tersangka saat menggelar rekonstruksi yang dilansir Pojoksatu.id, Sabtu (20/2/2016).

Sebelum melancarkan aksi pembunuhannya, kata Olan, dirinya menyambangi kos-kosan dokter Frangco di Malalayang. Sebelum melancarkan aksinya, pelaku berhubungan badan terlebih dahulu dengan dokter Frangco. “Awalnya saya berhubungan intim dulu dengan korban di kos. Lalu sekitrar pukul 07.15 saya mengajaknya jalan-jalan mengarah ke Desa Patokaan dengan mobil korban jenis Toyota Evios valco warna putih. Dan itu sudah rencana saya untuk membunuh korban karena tidak ingin aib saya dibongkar korban,” imbuh Olan.

Baca:   4 Hal yang tak kalah menyenangkan dibandingkan hubungan seks

Saat di perjalanan dokter Frangco sempat melihat tersangka membawa pisau. Lalu korban menegur tersangka kenapa harus bawa pisau. Tersangka berdalih di kampung ada masalah jadi harus bawa pisau untuk jaga diri. Saat berada di TKP, tersangka minta dokter Frangco berhenti karena ingin buang air kecil. Korban pun menuruti permintaan pelaku. Sewaktu turun buang air kecil, tersangka lalu mencabut sebilah pisau sepanjang 20 cm yang sudah dia persiapkan.

Baca:   Penyanyi Ganteng Indonesia Ini Kepergok Ciuman dengan Sesama Jenis Bikin Geger Media Sosial

Tersangka lalu masuk kembali ke dalam mobil dengan pisau di tangan kanannya. Lalu duduk di dekat korban yang saat itu berada dekat kemudi. Tersangka langsung menghujamkan tikaman dengan tangan kanannya ke arah dada dokter Frangco, kemudian membabi buta menikam hingga 31 tikaman. Tersangka lalu memotong sabuk pengaman korban dan menyeret korban dari dalam mobil ke jurang 15 meter dari TKP. Korban lalu memindahkan kendaraan korban 300 meter dari TKP.

Korban kemudian ditemukan warga Patokaan Joice Bawole, pada Rabu (17/2/2016) lalu. Berselang lima jam kemudian, tersangka berhasil dirungkus aparat kepolisian.

loading...