Said: Ubah Arah Hak Angket, DPRD DKI Jakarta Tampar Muka Sendiri

anggota dprd dki jakarta

Akibat terlalu keras melawan, anggota DPRD DKI Jakarta akan menggunakan hak angket kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. DPRD DKI menganggap Ahok telah melanggar etika dengan berkata kasar dan juga melakukan fitnah terhadap anggota dewan. Padahal, sebelumnya anggota dewan akan menggunakan hak angket terkait kebijakan APBD DKI Jakarta. Terkait dengan hal itu, pengamat politik, Said Salahuddin, mengingatkan agar DPRD DKI berhati-hati dalam mengubah arah hak angket.

Baca:   Ahok Tantang Donatur Warga Eks Luar Batang Pasang Tenda Sekalian AC

Mengubah arah hak angket yang tadinya untuk APBD ke arah etika justru bisa menjadi bumerang bagi anggota DPRD sendiri. “Kalau masuk etika, ini akan menjadi perdebatan publik, justru akan ‘menampar’ muka anggota DPRD. Karena bicara soal etika dan tata krama, dalam beberapa hari terakhir muncul kalimat tidak senonoh di Kemendagri oleh anggota DPRD,” kata Said.

Baca:   Ahmad Dhani: Jika KPK Tidak Tetapkan Ahok Sebagai Tersangka, Mustahil Kalah di Pilgub 2017

Lebih lanjut, Said mengatakan bahwa DPRD tidak bisa begitu saja seenaknya mengubah arah hak angket yang awalnya membahas kebijakan APBD DKI Jakarta menjadi persoalan etika dan juga soal fitnah. Kalau pun DPRD mau menggunakan hak angket, harus mulai dari awal lagi. “Mekanismenya harus dari awal lagi, tidak bisa diubah begitu saja,” lanjut Said.

Baca:   Ahok: Pilih Saya Karena Karakter Nilai dari Yang Saya Buktikan

Seperti diketahui bahwa beberapa waktu lalu, pernyataan bernada kasar pernah terungkap saat DPRD DKI Jakarta melakukan mediasi dengan Basuki di Kemendagri. Saat mediasi berakhir deadlock, sejumlah kata seperti “Cina”, “bodoh”, dan sejumlah kata-kata kasar lainnya terdengar dari ruang mediasi yang diisi mayoritas oleh anggota DPRD DKI Jakarta. Bahkan ada yang membawa-bawa nama binantang dalam rapat tersebut.

loading...