Salah Kirim Foto Kelaminnya di Ponsel Forum, Wartawan Jepang dipecat

sexting

Kasus wartawan TV Asahi dari Jepang mungkin bisa menjadi pelajaran penting bagi siapapun. Ia dipecat dari pekerjaannya karena salah memposting alat kelaminnya sendiri di sebuah forum ponsel yang dibentuk oleh Kementerian Luar Negeri Thailand. Selain itu, pihak TV Asahi Jepang juga sudah meminta maaf atas kelakuan kepala bironya di Bangkok tersebut.

Seorang juru bicara televisi itu mengatakan, wartawan yang tidak disebutkan namanya itu telah dipecat dari pekerjaan terkait perilakunya yang “sangat tidak pantas”. Kementerian Luar Negeri Thailand meminta penjelasan atas foto yang tidak pantas itu yang muncul pada Senin malam lalu di forum ponsel, yang dibentuk untuk para wartawan asing yang bekerja di Thailand.

Baca:   Pria Ini Tinggal 25 Tahun di Gua, Saat diminta Keluarga Pulang Jawabannya Mengejutkan

“Kami meminta maaf kepada Kementerian Luar Negeri Thailand dan orang-orang lain yang terkait,” kata juru bicara itu. Dia menambahkan, wartawan tersebut telah diminta untuk “melakukan refleksi serius” terkait insiden tersebut, dikutip dari Kompas.com, Senin 3 Agustus 2015.

Media Jepang mengatakan, kepala biro itu, yang berumur 40-an tahun, bermaksud mengirim foto itu ke seorang teman perempuan, tetapi justru mengunggahnya lewat aplikasi pesan Line kepada sekitar 150 wartawan yang tergabung dalam forum tersebut. Dia meninggalkan forum itu segera setelah insiden tersebut. Namun, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Thailand di forum yang sama telah memperingatkan bahwa “tindakan akan diambil”.

Baca:   Kisah Nyata, Wanita Ini diculik Selama 7 Tahun, Disekap Dalam Peti dan Diperkosa

Seorang anggota forum yang lain memperlihatkan emoji orang sedang muntah, sementara beberapa orang lain mempertanyakan apa yang baru saja terjadi. “Izinkan kami mengingatkan Anda bahwa (forum) ini untuk untuk tujuan resmi. Sebuah tindakan akan diambil,” kata pejabat kementerian itu. “Dengan meninggalkan forum tidak berarti tindakan (Anda) tidak akan punya konsekuensi.”