Sambangi Kalijodo, Krishna Murti tunjuk Kafe Daeng Aziz yang pertama dihancurkan

Krishna-Murti

Pada Kamis malam, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti mendatangi Kalijodo dalam rangka patroli. Salah satu tempat yang disambangi oleh Krishna Murti adalah Kafe Intan yang disebut-sebut kepunyaan Daeng Aziz, ‘Pengusaha Kalijodo’ yang kini sedang menggugat Ahok atas renana penggusuran. Mulanya, Krishna disinggung soal adanya penolakan warga untuk pindah ke rusun. Namun, Krishna mengaku melihat warga memilih direlokasi.

Baca:   Fakta dan Sejarah Lahirnya KAA atau Konferensi Asia-Afrika

Oleh karenanya, Krishna menyatakan, sekalipun Azis menolak, bangunannya yang pertama diratakan. “Anda kan lihat. Sudah pada pindah yang kontrak, yang warga sudah setuju. Jadi yang menolak siapa? Kalau yang menolak yang punya rumah ini (kafe Intan), besok duluan dihancurin, selesaikan. Dan dia namanya Azis, bukan Daeng,” kata Krishna, di Kalijodo, dikutip dari Kompas.com, Jumat 19/2/2016.

Baca:   Makin Panas, Jawara Banten Tantang JK Berdebat Soal Jualan di Bulan Puasa

Kondisi Kafe Intan yang berwarna putih dan bertingkat tiga itu tampak telah tertutup. Krishna mengaku tak berniat mencari keberadaan Azis. “Ngapain, emang dia bapak saya,” ucap Krishna. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memerintahkan agar kawasan prostitusi Kalijodo ditertibkan. Wacana ini muncul setelah kasus kecelakaan mobil Fortuner di Daan Mogot beberapa waktu lalu.

Baca:   Bukti Jessica bunuh Mirna akan dibuka di sidang Praperadilan

Selain itu, ternyata prostitusi Kalijodo berdiri di atas ruang terbuka hijau. Ahok, sapaan Basuki, mau mengembalikan kawasan itu sesuai fungsinya. Langkah Ahok itu didukung polisi dan TNI. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya sepakat mendukung rencana Ahok.

loading...