Sangat Mengerikan, Benda yang Sering Dimainkan Anak-Anak Ini Bikin Syaraf Mata Pecah

mata-rusak-karena-laser

Lampu laser bagi sebagian orang awam dianggap sebagai mainan dan menjadi hiburan bagi banyak anak-anak diluar sana. Parahnya, kebanyakan orang tua menganggap laser hanya mainan biasa dan tidak berbahaya bagi anak-anak. Namun, faktanya anggapan itu salah besar. Baru-baru ini di Amerika Serikat, seorang anak 14 tahun hampir saja mengalami kebutaan.

Sebabnya sang orangtua ini membelikan laser cahaya dengan daya tinggi. Dikutip laman tribunnews.com, perangkat lampu laser ini ternyata sangat berbahaya. Bahkan dapat menyebabkan kebutaan permanen. Meskipun mungkin tampak seperti mainan, tapi perangkat ini sangat berbahaya.

Apakah itu mainan?

Anak itu menatap sinar laser, keluarganya tidak menganggapnya serius tapi anak itu mulai menghadapi kesulitan dalam melihat. Sekarang, Anda tahu bahwa perangkat itu bukanlah mainan! Seorang Dokter Mata, Ben Armitage menyelidiki mengapa anak itu mengalami masalah dalam melihat. Bocah yang tak disebutkan namanya tersebut mengalami hilang penglihatan hingga 75 persen.

Penyebabnya menjadi jelas ada di makula dan nampak syaraf di makula yang pecah. Makula adalah daerah kecil yang berbentuk bulat, terletak di bagian belakang retina dengan jarak sejauh 3,5 mm dari temporal dan 0,5 mm lebih kecil terhadap diskus. Makula akan terlihat dengan mudah karena bebas dari pembuluh darah retina.

Di pusat makula terdapat daerah lekukan yang disebut fovea. Fovea adalah daerah yang terdiri dari sel-sel konus. Sel konus adalah sel berbentuk kerucut yang diperlukan untuk kemampuan melihat yang lebih rinci dan untuk menerima persepsi warna. Daerah lain di sekitar fovea adalah bagian dari retina mata yang mengandung sel-sel batang. Sel batang diperlukan untuk sistem sensor syaraf retina. Sel batang juga diperlukan untuk deteksi gerakan dan kemampuan melihat pada waktu malam.

Kerusakan bisa permanen karena terpengaruh makula yang rusak. Orangtua harus mengerti akan fungsi dari perangkat ini. Lampu laser bukanlah mainan, selama ini para orangtua berfikir itu adalah mainan. Seperti dikutip dari Wikipedia, laser merupakan singkatan dari Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation). Perangkat ini merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik.

Biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum. Laser juga terbagai ke dalam berbagai jenis.

Beberapa jenis laser, seperti laser dye dan laser vibronik benda-padat (vibronic solid-state lasers) dapat memproduksi cahaya lewat jangka lebar gelombang. Properti ini membuat mereka cocok untuk penciptaan detak singkat sangat pendek dari cahaya, dalam jangka femtodetik (10-15 detik). Banyak teori mekanika kuantum dan termodinamika dapat digunakan kepada aksi laser, meskipun nyatanya banyak jenis laser ditemukan dengan cara trial and error.

Walau begitu, seperti dikutip dari viral4real, seorang ibu bernama Angel telah menyesal karena membelikan anaknya, Jonny (8), lampu laser. Itu merupakan penyesalan terbesar dalam kehidupannya. Jonnhy yang masih teramat kecil dan belum mengerti fungsi dari lampu ini, mengarahkan lampu ke matanya. Tapi itu membuat mata Jonny menjadi buta permanen.

Dalam msebuah video menunjukkan laser bukan hanya berfungsi sebagai mainan belaka. Laser juga bisa membakar korek api. Jadi bagaimana, apakah Anda masih akan memberikan mainan laser kepada anak Anda?

loading...