Sebar Isu Dana Rp 30 Miliar Untuk Teman Ahok, PDI-P Panik?

TemanAhok

Setelah Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diserang isu korupsi RS Sumber Waras dan juga reklamasi, kini Teman Ahok, relawan Ahok yang menjadi sasaran lawan politik Ahok untuk menjegal dirinya maju di Pilkada DKI 2017. Teman Ahok dituduh telah menerima aliran dana Rp 30 miliar dari pengembang reklamasi oleh anggota DPR RI Junimart Girsang dari PDI-P.

Terkait hal tersebut, pendiri lembaga survei Cyrus Network, Hasan Nasbi, menilai merebaknya isu aliran dana Rp30 miliar kepada Teman Ahok dari pengembang reklamasi tak ubahnya penjegalan yang dilakukan partai politik kepada relawan pendukung calon petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Baca:   Diundang Teman Ahok Untuk Verifikasi KTP, Politisi Gerindra Berkoar-Koar di Twitter

“Pasti ada partai-partai yang enggak suka dengan gerakan Teman Ahok, dan mereka akan lakukan segala cara untuk mendiskreditkan Teman Ahok,” ujar ‎Hasan saat dihubungi, dikutip Rimanews.com, Kamis (16/6/2016). ‎Terlebih, sambung dia, kini pengumpulan KTP untuk Ahok maju independen sudah hampir 1 juta. Mendekati syarat yang diajukan langsung Ahok untuk mendeklarasikan keputusannya maju lewat jalur independen.

Baca:   Politisi Gerindra Termakan Janji Terjun dari Puncak Monas...

“Janji Ahok kan kalau 1 juta dia mau ikut Teman Ahok. Nah ada yang kalap‎ kayaknya, ngamuk di injury time‎,” ungkap Hasan. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Junimart Girsang sebelumnya menyebutkan, ada aliran dana sebesar Rp30 miliar yang mengalir ke Teman Ahok dari perusahaan pengembang reklamasi di Pantai Utara, Jakarta.

Pernyataan tersebut disampaikan Junimart dalam rapat kerja Komisi III dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), di Ruang Rapat Komisi III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5) kemarin. Ketua KPK, Agus Rahardjo pun menanggapi hal tersebut, dan membenarkan jika pihaknya kini tengah menerbitkan surat penyelidikan terkait aliran dana sebesar Rp30 miliar ke Teman Ahok dari perusahaan pelaksana proyek reklamasi.

Baca:   Memanas, Tri Rismaharini sebut Ahok hanya nafsu cari jabatan

“Informasinya sudah ada. Siapa yang kemungkinan kita gali, arahnya sudah ada, tinggal memperdalam saja sebenarnya. Iya akan diterbitkan (surat penyelidikan),” ujar Agus.

loading...