Sejak hari ini, beli kartu perdana wajib serahkan KTP

SIM-Card-Perdana

Jika selama ini kamu seenaknya bisa membeli kartu perdana untuk kamu gunakan. Maka, terhitung sejak hari ini 15 Desember 2015, masyarakat yang membeli kartu SIM (subscriber identity module/kartu identitas pelanggan) perdana prabayar wajib menyerahkan KTP kepada penjual kartu perdana untuk didaftarkan. Registrasi pelanggan prabayar ini dilaksanakan secara nasional serentak oleh seluruh penyelenggara telekomunikasi yang menggunakan kartu prabayar.

Dilansir situs Kementerian Komunikasi dan Informatika, penertiban registrasi ini membantu mencegah penyalahgunaan jasa telekomunikasi, khususnya jasa telekomunikasi yang menggunakan kartu perdana prabayar. Kementerian Kominfo melalui Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) memandang perlu untuk menegakkan ketentuan registrasi terhadap pelanggan jasa telekomunikasi prabayar.

Selama ini, registrasi prabayar dilakukan oleh pembeli dengan cara mengirim pesan ke 4444. Cara tersebut dinilai terlalu longgar sehingga banyak pembeli yang asal menuliskan nama, alamat dan tanggal lahir. Ketentuan registrasi pelanggan jasa diatur dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 23 M.Kominfo/10/2005 tentang registrasi terhadap pelanggan jasa telekomunikasi. Sedangkan ketentuan pelaksanaan registrasi pelanggan pra bayar melalui Surat Ketua BRTI Nomor 326/BRTI/IX/2015 tanggal 21 September 2015.

Baca:   Krisis Seks di Jepang, Toyota Jual Robot Bayi Seharga Rp 5 Juta

Dikutip Antaranews, Dirjen Pengendalian Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo, Kalamullah Ramli menyatakan, penertiban registrasi kartu prabayar dengan data yang benar untuk mencegah masalah kriminalitas. “Sehingga tidak ada lagi yang bebas mendaftarkan dirinya sendiri dengan alamat dan nama yang tidak benar,” kata Kalamullah, dikutip dari Beritagar.id. “Kami tengarai itu adalah menjadi sumber masalah, misalnya kriminalitas.”

Menurut Kalamullah, pemerintah telah melakukan sosialiasasi dari distributor sampai ke tingkat paling bawah karena akan berpengaruh sampai ke penjualan kartu perdana. Dengan aturan baru ini, registrasi pelanggan prabayar wajib dilakukan oleh penjual kartu perdana prabayar melalui perangkat penerima (handset) penjual atau perangkat penerima calon pelanggan. Penjual memasukkan identitas penjual dan data calon pelanggan. Data yang direkam penjual terdiri dari nomor telepon jasa telekomunikasi prabayar yang digunakan.

Baca:   Ini Bukti Bahwa Orang Indonesia Maniak Gadget

Penjual juga harus mencatat identitas yang terdapat pada Kartu Tanda Penduduk (KTP)/ Surat Izin Mengemudi (SIM)/ Paspor/ Kartu Pelajar, yaitu nomor, tempat/tanggal lahir, dan alamat.

BRTI juga sedang dalam proses menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri mengenai penggunaan Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk registrasi pelanggan prabayar ini. Jadi walaupun sesuai peraturan yang berlaku saat ini, identitas calon pelanggan yang dapat digunakan untuk registrasi prabayar ini adalah KTP/SIM/Kartu Pelajar/Paspor, BRTI mengimbau agar pelaksanaannya sedapat mungkin menggunakan NIK.