Selain Karena Nikmat Tiada Tara, Ini Alasan Penting Kenapa Anda Harus dan Tidak Boleh Masturbasi

manfaat-masturbasi

Jika Anda mendengar kata masturbasi, yang terlintas di pikiran banyak orang adalah perbuatan negatif. Namun, jika Anda yang belum punya pasangan, masturbasi merupakan pelepasan gairah seksual yang memuaskan. Efek masturbasi memang nikmat dirasakan bagi seseorang tapi sedikit menyadari, hal itu memiliki efek samping lainnya, baik dan buruk.

Layaknya melakukan aktivitas seksual, masturbasi melepaskan endorfin dan zat kimia dalam tubuh yang menciptakan rasa kebahagiaan sekaligus menghilangkan stres, menurut Best Health Mag. Baik pria dan wanita yang melakukan masturbasi mempunyai waktu yang lebih khusus bagi dirinya sendiri.

Selain itu, efek menenangkan masturbasi dapat membantu Anda tidur lebih baik. Bahkan bisa mengurangi rasa sakit yang berhubungan dengan menstruasi dan pasca menopause. “Masturbasi menyebabkan aliran darah lebih besar ke daerah panggul, yang mempercepat waktu untuk mengurangi rasa sakit,” kata Dr Sandra LaMorgese PhD, penulis Switch: Time for A Change dan ahli dalam keintiman seksual.

Baca:   7 Fakta payudara yang wajib wanita ketahui

Seperti yang dilansir dari liputan6.com, Minggu (6/11/2016), bagi wanita pascamenopause, adanya penyempitan vagina dapat membuat panggul dan hubungan seksual lebih menyakitkan. Jika melakukan masturbasi, pelumas yang keluar mengandung air akan meningkatkan aliran darah ke organ seks.

Mencegah penyakit

Percaya atau tidak, ada beberapa manfaat kesehatan yang positif terkait masturbasi, baik pria dan wanita. Menurut LaMoregese, masturbasi dapat membantu mencegah kanker prostat. “Pria yang ejakulasi lebih dari lima kali per minggu akan menurunkan kadar toksin ini. Dengan demikian, mereka akan menurunkan sepertiga risiko kanker prostat,” tulis LaMoregese. Masturbasi berfungsi melawan infeksi saluran kemih pada wanita sampai leher rahim.

Baca:   Rahasia Umur Panjang, Bugil dan Tersenyum

Masturbasi Punya Sisi Negatif

Tidak semua efek samping masturbasi cenderung baik. Menurut Dee Wagner, seorang konselor profesional berlisensi dan terapis tari bersertifikat mengatakan, dalam beberapa kasus masturbasi sebagai cara berbahaya menghindari hubungan intim dengan orang lain. Jika berlanjut terus dalam jangka panjang akan menyebabkan kecemasan. Masturbasi merangsang respon pengingat di otak.

Misal, aktivitas yang berpeluang membuat seseorang kecanduan orgasme dengan masturbasi. Masturbasi tidak hanya buruk bagi kesehatan mental Anda tapi kecanduan orgasme akan membuat seseorang membutuhkan lebih banyak stimulasi. Berbagai cara untuk mendapatkan rangsangan akan menimbulkan hal buruk bagi fisik.