Sepasang Bule Pakai Bikini Mandi di Pantai Jadi Tontonan Warga Aceh

Ilustrasi Bule Mandi

Ilustrasi gambar bule sedang duduk di pantai

Tidak tahu bahwa di Aceh berlaku Syariat Islam, sepasang wisatawan menjadi bahan tontonan warga karena hanya memakai bikini saat mandi di Pantai Ujung Blang, Kota Lhokseumawe. Kedua turis asing itu pun sempat mendapat teguran dari polisi syariah setempat. Kepala Satpol PP dan WH Kota Lhokseumawe M Irsyadi kepada wartawan di Lhokseumawe, Selasa (12/04/2016), mengatakan, kedua wisatawan yang masing-masing bernama Andre Brun dan Dominika Lzastkova, asal Jerman itu mandi memakai bikini, sehingga menjadi kurang pantas dan melanggar Syariat Islam.

Ia menyatakan, kejadian itu berawal dari laporan warga yang melihat sepasang wisatawan asing yang mandi di Pantai Ujong Blang pada Selasa sore. “Dari laporan warga, kami langsung ke lokasi, namun dua wisman itu udah memakai pakaian normal. Memakai bikini pada saat mandi di pantai jelas melanggar Qanun No.11 Tahun 2002 tentang Syiar, Ibadah dan Akidah,” ujar dia, dikutip dari Rimanews.com, Rabu (13/2016).

Baca:   Tebus Dosa, Ibu Ini Rela Serahkan Putri Kecilnya Layani Nafsu Bejat Pria Tua

Meskipun demikian, petugas membawa kedua wisman itu ke Kantor Satpol PP dan WH untuk diingatkan supaya jika mandi ditempat terbuka di Aceh, agar tidak memakai pakaian dalam, karena di Aceh berlaku Syariat Islam,” ungkap Irsyadi. Dalam keterangannya kepada petugas, kedua wisatawan itu, tidak mengatakan tidak tahu bahwa di Aceh berlaku Syariat Islam. Serta mereka akan mentaati apa yang berlaku di Aceh terutama masalah berpakaian.

Baca:   Digoyang tetangga sehari jelang nikah, wanita muda dibunuh ibunya

Irsyadi juga menambahkan, pemandangan wanita yang mandi dengan hanya memakai pakaian dalam di tempat terbuka tentu saja janggal dan tabu di Aceh, oleh karena itu keberadaan sepasang wisatawan tersebut menjadi tontonan warga. “Tapi kita sudah ingat keduanya, supaya apabila ingin beraktivitas atau sekedar jalan-jalan di tempat kita, pakaiannya menyesuaikan saja karena di Aceh berlaku aturan Syariat Islam dan adat istiadat setempat, sebagai bagian dari kearifan lokal. Namun pada prinsipnya masyarakat sangat terbuka dengan siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam Aceh,” terang Irsyadi.

Setelah diingatkan dan diberi tahu tentang kondisi daerah setempat, keduanya kembali ke penginapan, katanya.