Seperti Ini 5 ‘Tamparan’ Keras Risma kepada Ahok, Anda Wajib Tahu

risma-vs-ahok

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menampakkan kegeraman menanggapi pernyataan Gubenur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang dinilai meremehkan keberhasilan penataan Surabaya. Risma menegaskan dia harus angkat bicara karena pernyataan Ahok tak melulu soal rivalitas politik keduanya tetapi sudah menyinggung harga diri warga Surabaya secara umum.

“Jadi ini bukan masalah pencalonan gubernur atau tidak. Tapi kalau begini saya jadi harus ngomong. Kenapa Surabaya diserang terus, kalau begini kan Surabaya dihina. Kalau warga Surabaya marah bisa bahaya, makanya saya memutuskan untuk komentar lebih dulu,” kata Risma saat menggelar jumpa pers di ruang kerjanya di Surabaya, Kamis (11/08/2016).

Baca:   Sapi Sumbangan Ahok ditolak Mentah-Mentah, MUI: Ahok Jangan Gatel Deh Buat Ngasih Sapi!

Sedikitnya, ada lima “tamparan” Risma yang diungkapkan dengan nada tinggi membantah pernyataan Ahok tersebut. Pertama, pembangun pedestrian yang disebut Ahok hanya keberhasilan kecil di wilayah seukuran Jakarta Selatan ditolak mentah-mentah oleh Risma. Risma memperlihatkan data bahwa luas Surabaya itu 374 kilometer persegi, sedangkan Jakarta 661,5 kilometer persegi.

“Jadi Surabaya itu separuh lebih dibandingkan Jakarta,” ujarnya, dikutip dari rimanews.com, Jumat (12/8/2016).

Bahkan, lanjut dia, kalau dibagi rata enam wilayah Jakarta, maka Jakarta Selatan luasnya hanya sekitar 120 kilometer persegi. Selain itu, Risma mengatakan pedestrian di Surabaya itu bukan sembarang trotoar, tapi di bawah trotoar itu justru yang lebih mahal karena terdapat box culvert yang fungsinya untuk saluran air.

Baca:   Hanya karena pencet tombol 'Like' di Facebook, pria ini dipenjara 32 tahun

Kedua, Risma menegaskan jika dirinya bekerja sendirian menjabat wali kota, sementara Ahok yang memerintah wilayah kurang dari dua kali luas Surabaya dibantu lima wali kota dan satu bupati.

Ketiga, Risma juga menyinggung soal anggaran belanja Kota Surabaya sebesar Rp7,9 trilliun dengan total penduduk sebanyak 2,9 juta jiwa. Jakarta anggaran belanjanya sebesar Rp64 trilliun dengan total penduduk 10 juta orang. Jadi, perbandingan jumlah pendukuk terhadap besaran anggaran jauh lebih besar Jakarta.

Keempat, risma menunjukkan program yang patut dibanggakan, seperti pendidikan dan kesehatan gratis. Mobil jenazah dan ambulans pun sedia 24 jam gratis untuk warga tidak mampu. Bahkan, Risma menyebutkan bila Kota Surabaya juga memberi makan pada lansia dan orang cacat.

Baca:   Novel Baswedan ditangkap, 5 Pimpinan KPK Jaminkan Diri

“Kami juga bangun beberapa jalan sendiri pakai APBD. Ini bukan soal pencalonan ini sudah menyangkut harga dirinya warga Surabaya,” tegasnya,” tandasnya.

Terakhir, Risma mengingatkan Ahok supaya tak perlu menyeret kota surabaya untuk kepentingan Pilgub DKI Jakarta, yang akan digelar Februari tahun depan.

“Aku salah apa? Warga Surabaya salah apa? tidak usah takutlah Pak Ahok. Wong, beliaunya itu incumbent (petahana),” kata Risma.

loading...