Seperti Ini Kisah-kisah Menyeramkan Tentang Ketindihan dari Seluruh Dunia Yang Mulai Terkuak

ketindihan

Anda pasti sudah tidak asing dengan istilah ketindihan saat tidur atau yang disebut juga fenomena sleep paralysis. Kondisi ini sudah menjadi hal yang sangat menakutkan bagi banyak orang selama berabad-abad lamanya bahkan hingga saat ini. Ilmuwan pun mencoba menjadi tahu mengenai fenomena ini dengan melakukan berbagai macam kajian. Salah satunya yang dilakukan oleh Jose F. R.de Sa dari Jungian Institute of Bahia, Brasil.

Dari kajian yang dilakukan itu, terungkaplah sejumlah kisah-kisah menakutkan mengenai ketindihan dari berbagai budaya di belahan dunia. Pengumpulan kisah-kisah bertujuan memperkaya pengetahuan tentang pengalaman ketindihan dari sisi psikologis dan budaya. “Cerita-cerita ini menunjukkan bagaimana sebuah fenomena biologis dapat ditafsirkan secara berbeda-beda oleh masyarakat,” tulis de Sa dalam kajiannya seperti dikutip Livescience beberapa waktu lalu.

Menurut kajian yang dipublikasikan dalam Frontiers of Psychology tersebut, setidaknya ada dua macam kisah menakutkan dari berbagai budaya di seluruh dunia yang menguraikan pengalaman ketindihan, demikian dilansir dari kompas.com, Rabu (19/10/2016). Berikut ini dua macam kisah menakutkan tersebut:

Makhluk Misterius Menindih Dada
Kisah dari Brasil menguraikan, ketindihan terjadi karena ada sesosok makhluk berkuku panjang dan mengendap-endap di langit-langit rumah. Makhluk berkuku panjang itu dinamai Pisadeira. Ketindihan terjadi karena makhluk itu masuk ke dalam rumah dan menginjak-injak dada orang yang sedang tidur.

Sementara masyarakat di Catalonia di Spanyol menjelaskan, ketindihan terjadi karena seekor binatang berwarna hitam yang disebut Pesanta, memasuki rumah dan duduk di atas dada orang yang sedang tertidur. Di Newfoundland, Kanada, ketindihan dipercaya terjadi karena adanya wanita tua bernama Old Hag yang datang dan menindih orang yang sedang tertidur.

Kisah serupa juga dituturkan oleh beberapa etnis di Vietnam dan Laos yang menjelaskan sebagai akibat roh yang duduk di atas dada orang yang sedang tertidur. Kisah mengenai makhluk yang menindih dada juga digunakan untuk orang Meksiko. Makna istilah ketindihan dalam bahasa Meksiko sendiri adalah ‘mayat merayap ke atas tubuhku’.

Mantra dari Dukun dan Hantu yang Menindih
Dalam budaya Inuit, ketindihan dipercaya terjadi akibat kiriman mantra. Mantra dari dukun menyebabkan seseorang mengalami uqumangirnig atau dikunjungi oleh kehadiran yang tak berbentuk. Bagi masyarakat Jepang, ketindihan dipercaya terjadi karena kanashibari atau seorang dukun memanggil roh untuk mencekik musuh, menyebabkan ia terikat seolah dirantai

Dalam sebuah studi pada pengungsi Kamboja di tahun 1970, penelitian mengungkapkan adanya khmaoch sangkat atau hantu menindih orang yang sedang tidur. Cerita serupa juga ada pada budaya tradisional China. Di Thailand, ketindihan dipercaya terjadi karena adanya hantu phi am yang mendatangi orang yang setengah tidur hingga tak bisa bergerak.

Meski kisah-kisah itu terdengar menyeramkan, ketindihan atau sleep paralysis sebenarnya dapat dijelaskan secara biologis. Menurut Brian Sharpless, profesor psikologi klinis dari Argosy University, Washington DC, ‘ketindihan’ disebabkan oleh terganggunya siklus REM atau Rapid Eye Movement ketika orang sedang tidur. Dalam posisi REM, orang biasanya sedang bermimpi. Ketika itu terjadi, batang otak akan melumpuhkan tubuh dengan menghambat kinerja neuron motorik.

Ketika orang mengalami ‘ketindihan’, mimpi dan lumpuhnya badan terjadi secara bersamaan ketika orang setengah sadar. “Ini berarti mimpi itu secara teknis adalah halusinasi. Itu tampak jelas seperti ketika Anda sedang bangun. Bahkan, bisa juga multisensori yang berarti ketika ketindihan, kalian tidak hanya melihat, tapi bisa juga mendengar, dan dalam beberapa kasus, merasakannya juga,” kata Sharpless.

loading...