Seperti Ini Teknik Jebakan Prof Ronny yang Membuat Jessica Kaget saat Sidang

sidang-kasus-jessica

Jessica Kumala Wongso adalah seorang yang memiliki kepribadian yang tidak stabil atau unstable personality, demikian kata Ahli Kriminologi, Prof Ronny Nitibaskara saat sidang ke 21 kasus tewasnya Wayan Mirna dengan tersangka Jessica. “Dalam wawancara dengan dia dan baca mukanya, saya baca dengan gesturnomi dia menunjukkan sifat karakter keras kepala, implusif, obsesi, posesif, narsis.‎”

“Yang perlu saya sampaikan, dia unstable personality atau kepribadian yang tidak stabil dan itu bahaya,” kata Ronny kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/9/2016). Menurutnya, kepribadian Jessica ini seperti apa yang ditulis didalam bukunya termasuk dangerous personality, yakni berbahaya kalau bersahabat tidak ingin ditinggalkan oleh teman-temannya.

Bahkan, jika ditinggalkan lebih baik orang tersebut melakukan kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain. “Sendiri dia (Jessica) sudah lakukan di Australia, terhadap orang lain dugaan kuat kekerasan ke Mirna karena dia tidak mau ditinggalkan. Itu juga terjadi di Amerika ya tipe unstable personality,” katanya.

Baca:   Tak kunjung P-21, Jessica Kumala Wongso bisa tinggalkan tahanan Polda

Lebih lanjut Ronny menganalisa karakter Jessica ini usai mengamati dan melakukan wawancara sebanyak dua kali terhadap Jessica, memang untuk membaca gesture sangat susah sekali karena ada orang gesture dalam gesture. Akhirnya, Ronny memakai teknik jebakan yang membuat Jessica kaget.

“Dia kaget seolah-olah saya tahu rahasia dia dan itu saya ungkap di sidang, sehingga dia merasa terpukul. Karena apa waktu saya wawancarai dia penuh kebapakan, ya membantu, menolong seperti saudara,” katanya. Ronny menambahkan memang menghadapi Jessica ini orangnya sangat tenang, tidak emosi tapi ada bocor-bocornya.

Bahkan, salah satu buktinya yaitu Jessica menangis dalam persidangan karena kecewa dengan Ronny yang begitu keras untuk membongkar karakter aslinya. “Saya punya rahasia semuanya, itulah seorang wanita yang gesture hebat akan luluh karena itu dia menangis kecewa berat dengan saya yang begitu tajam membongkar dia.”

Baca:   Sadis, Begini Agus Bunuh dan Memutilasi Janda Cantik di Cikupa

“Jadi bukan karena air mata lelah, itu dari saya bocor. Oh orang ini bisa nangis juga, itu salah satu praktik ilmu gesture,” katanya, dikutip dari tribunnews.com. 21 Kali sudah persidangan kasus pembunuhan dengan kopi bersianida digelar. Majelis hakim bisa jadi semakin bingung dengan banyaknya perbedaan yang terjadi dalam keterangan para saksi.

Dalam sidang terakhir, dua ahli teknologi informasi yang dihadirkan menjadi saksi ahli berdebat tentang keaslian rekaman kamera pemantau. Ahli digital forensik yang diajukan kubu terdakwa Jessica Kumala Wongso, Rismon Hasiholan Sianipar, menyebut rekaman CCTV dari kafe Olivier yang pernah ditunjukkan di persidangan penuh dengan rekayasa.

Majelis Hakim menunda sidang kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat hingga Senin (19/9/2016) pukul 09.00 WIB. Sebelum mengetuk palu menutup sidang ke-21, hakim ketua, Kisworo meminta jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan terdakwa Jessica Kumala Wongso.

Baca:   10 Fakta Pembunuhan Pegawai Bank Yang Nyambi Jadi PSK

“Sidang dinyatakan selesai dan ditunda dan ditetapkan Senin 19 September pukul 09.00,” ujar Kisworo di sidang kasus pembunuhan Mirna di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2016) malam. Di kesempatan itu, penasehat hukum Jessica, Otto Hasibuan memohon majelis hakim memerintahkan JPU agar tak menghabiskan waktu lama menjemput Jessica di rumah tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur.

Dia meminta jaksa menjemput Jessica dengan cepat supaya sidang beragenda mendengarkan keterangan saksi meringankan dapat berjalan tepat waktu. “Kami meminta permohonan. Dan kalau bisa jaksa dibawa pagi hari. Kalau dijemputnya jam 11 sidangnya waktu kami hilang dan kalau bisa tepat waktu,” kata Otto.

loading...