Setuju Usung Ahok-Djarot di Pilgub DKI 2017, Megawati Minta Satu Syarat Ini dari Ahok

megawati

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akhirnya mengambil sikap soal siapa yang akan diusung untuk maju di Pilkada DKI 2017 mendatang. Seperti yang selama ini banyak disebut-sebut Ahok, PDI-P akhirnya memilih dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat sebagai calon gubernur/calon wakil gubernur untuk Pemilukada DKI Jakarta.

Namun, Megawati meminta syarat kepada Ahok agar partainya diposisikan sebagai partai pengusung utama pasangan calon. “Nggak ada deadlock-deadlock, cair aja semuanya,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Keagamaan, Hamka Haq, usai pertemuan internal partai bersama Megawati, Ahok dan Djarot, di kediaman Megawati, Jalan Teuku Umar Nomor 27A, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (20/9/2016) petang.

“Tapi, PDIP yang menjadi pengusung utama, itu syaratnya,” tandasnya. Menurut Hamka, Ahok menyetujui syarat tersebut. “Sudah disikapi, dia (Ahok) bersedia. Dia kan nggak mungkin… Jadi, yang menjadi pedukung utama adalah PDIP. (Partai) yang lain-lain ikut bersama mendukungnya,” katanya. Sebelum PDIP bergabung, Ahok didukung tiga partai politik yakni Hanura, NasDem, dan Golkar.

Golkar Rela

Partai Golkar mendukung PDI Perjuangan jika mengusung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Syaiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta. Sekjen Golkar Idrus Marham menilai pasangan Ahok-Djarot dapat melanjutkan kebijakan yang telah direncanakan untuk pembangunan ibu kota.

“Saya kira bagus dong. Artinya PDIP sejalan dengan pikiran Golkar bahwa pasangan yang bagus itu jangan dibongkar-bongkar,” kata Idrus di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (20/9/2016). Idrus mengatakan bergabungnya PDI Perjuangan dengan barisan pendukung Ahok tidak memiliki masalah. Sebab, barisan pendukung Ahok bertujuan untuk memenangkan Pilkada DKI Jakarta.

“Bagi kita tidak ada masalah yang penting ini menang dan karena itu nanti tentang komposisi bisa dibicarakan dengan baik. Tujuan kita adalah menang,” ujarnya. Ia pun tak mempermasalahkan adanya perombakan tim sukses Ahok yang sudah terbentuk. Tim pemenangan terdiri dari Golkar, Hanura, NasDem dan Teman Ahok.

“Kenapa susah-susah? yang penting menang. Andaikata kita tidak kerja sudah menang, orang kerja bagus kan. Tetapi kan tidak begitu, namanya politik ada kebersamaan, sinergitas, koordinasi, kita tidak boleh terlalu over confidence juga karena politik itu dinamis,” imbuhnya, dikutip dari tribunnews.com.

Idrus menegaskan koalisi pendukung akan berjuang memenangkan Ahok-Djarot hingga final. Ia mengingatkan pasangan tersebut memenangi Pilkada bila perhitungan KPU selesai. “Bahkan kalau ada masalah di MK, itu kita mengawal,” ujarnya.

loading...