Soal korupsi M Sanusi, Ahok: Sudah ambil duit enggak usah ribut, kalau banyak yang masuk penjara bagus

Ahok

Basuk Tjahaja Purnama dan orang-orang terdekatnya terus dikait-kaitkan dengan kasus korupsi reklamasi, salah satunya Sunny. Tidak terima kolega ikut dibawa-bawa oleh M Sanusi, Ahok pun menyerang balik. Menurutnya, soal peranan Sunny yang telah menjadi stafnya sejak lama merupakan kebohongan besar. Termasuk adanya tudingan Sunny pernah mengatur pertemuan pengembang reklamasi, Agung Podomoro Land (APL) bersama dirinya untuk membicarakan soal kewajiban pembangunan.

“Itu enggak mungkin, bisa dibuktikan. Kamu kira Sanusi bukan orang hebat, dia itu sudah kerja lama dengan APL, kongsi sudah lama,” ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, dikutip dari Rimanews.com, Rabu (06/04/2016). Bahkan, kata Ahok, sebelum dirinya mengenal dekat dengan bos APL Sugiyanto Kusuma alias Aguan, Sanusi sudah lebih dulu kenal. Buktinya kata Ahok, politisi Partai Gerindra itu berhasil membangun kawasan Thamrin City yang merupakan hasil dari kerjasama dirinya dengan APL.

Baca:   Tjahjo Kumolo meminta Ahok berbagi ilmu cara mengatasi prostitusi

“Sanusi itu sudah kerja sama mereka dari dulu. Sekarang gini aja lah, kalau sudah kena ngambil duit enggak usah ribut. KPK aja yang telusuri. Kalau nanti banyak yang masuk (penjara) bagus. Karena negara ini harus bebas dari korupsi,” terang Ahok.

Soal sosok bernama Sunny ini sebelumnya disebut-sebut sebagai kolega Ahok yang mengatur rencana busuk pemberian kelonggaran kepada pengembang lewat aksi suap kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi. “Dari pengakuan Sanusi betul ada. Dia merupakan kerabat, bukan stafsus. Kalau enggak salah ipar,” kata kuasa hukum Sanusi, Krisna Murti, kemarin.

Baca:   Merasa dihina Ahok, Risma Marah Besar: Ini Sudah Harga Diri!

Dia menjelaskan, kerabat mantan Bupati Belitung Timur berinisial S itu merupakan aktor yang menjembatani pertemuan antara eksekutif dengan legislatif terkait pembahasan megaproyek reklamasi di pesisir Ibu Kota. “Kental banget dengan Ahok. Dia yang atur perjalanan, istilahnya ‘korlaplah’. Antara eksekutif dengn pengusaha. Dengan Dirut APL itu. Jadi penghubungnya ini si S. Dia yang mengatur mereka berdua,” ungkap Krisna.

loading...