Sudah 3 tahun meninggal, mumi biksu ini masih punya jenggot

Biksu-dari-Fujian

Dalam agama Buddha, pendeta yang sudah meninggal biasanya akan didudukkan dengan pose lotus atau padmasana ke dalam tong besar. Cara ini dipercaya akan menuntun arwah mendiang menuju kebenaran Sang Buddha. Jika jasad pendeta tersebut bisa bertahan dalam kurun waktu beberapa tahun tanpa rusak, maka pendeta tersebut sudah dinyatakan lulus menjadi Buddha. Salah satu pendeta yang dipercaya sudah mencapai tingkatan tersebut adalah Fuhou.

Fuhou adalah seorang biksu di kuil Puzhao, Quanzhou yang dipercaya sudah mencapai kesempurnaan dan menjadi Buddha. Pasalnya, setelah tiga tahun meninggal dan dikubur di dalam tong, tubuh biksu yang meninggal pada usia 94 tahun itu masih bisa dikenali. Dilansir Mirror, dikutip dari Okezone.com, para muridnya merasa kagum karena beberapa ciri khas sang guru, seperti jenggot lebat dan alisnya masih terlihat dengan mata telanjang.

Baca:   Lagi Menjaring, Warga Dibuat Gempar Dengan Penemuan Ikan Aneh Ini, Hal Ini Yang Terjadi Selanjutnya

Biksu-dari-Fujian1

Tubuhnya pun masih terduduk tegak, belum hancur sama sekali ditelan masa. Biksu dari Fujian ini menganut ajaran Buddha sejak berusia 13 tahun. Ia mengabdikan dirinya menjadi biksu dan mencukur habis kepalanya. Setelah cukup dewasa, ia diangkat menjadi kepala biara kuil Puzhao. Sejak saat itu, pria kelahiran 1919 tersebut menjadi tokoh yang dihormati di antara rekan-rekannya, karena perbuatan baik dan sejumlah kegiatan amal.

Baca:   7 Fobia Makanan Paling Aneh di Dunia

Ia meninggal pada 2012. Untuk menghormati jasa sang guru, muridnya Jiang Yufeng mengubur Fuhou di dalam tong untuk beberapa tahun. Kini, makam peristirahatan Fuhou telah dibuka. Dengan kondisi jasad yang baik, para penerusnya berencana memamerkan tubuh sang biksu di kuil mereka. Keyakinan seperti ini memang masih marak dilakukan umat Buddha di China. Meskipun banyak juga orang yang memandang skeptis praktik keagamaan tersebut.