Surya Paloh ke Ahok: Kalau Salah, Ya Akui Salah!

Surya Paloh

Tuduhan keterlibatan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus suap reklamasi dan juga RS Sumber Waras semakin gencar saja. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh pun mendorong Ahok untuk tidak gentar menghadapi tudingan keterlibatan dirinya dalam dua kasus tersebut. “Kalau salah, ya akui salah. Kalau memang posisi dia benar, ya lawan saja,” ujarnya saat ditemui setelah menerima gelar kehomatan adat Lampung, di Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Minggu (10/04/2016).

Ia juga menyarankan gubernur yang bakal didukung Partai Nasdem dalam Pilkada DK Jakarta 2017 itu menjawab tudingan itu secara hukum. “Hadapi sesuai dengan pranata hukum yang berlaku. Saya saja pernah dituduh korupsi,” kata Paloh merujuk suap yang dilakukan Gubernur nonaktif Sumatra Utara Gatot Pujo Nugroho terhadap petinggi Partai Nasdem Rio Capella tersebut, dikutip dari Rimanews.com, Senin (11/4/2016).

Baca:   Saat Ditangkap, Ismail Ibrahim Perusuh Demo 4 November Tinggal di Rumah Anggota DPD RI

Dalam kesempatan itu, dia juga mengomentari rencana perombakan kabinet di bawah pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Yang paling tahu persis kapan ‘reshuffle’ (perombakan kabinet) dilakukan itu ya Presiden. Dia yang punya hak prerogatif,” ujar politikus kelahiran Aceh tersebut. Terkait rencana perombakan kabinet tersebut, Paloh juga mengaku belum dipanggil Presiden Jokowi. “Demikian pula, saya belum ada pembicaraan dengan partai lain soal ‘reshuffle’ karena saya sendiri masih sibuk ke luar daerah terus,” ujarnya.

Baca:   Mayat diotopsi, Ibu Evan Christoper Bisa Jadi Tersangka?

Di Kabupaten Lampung Tengah, selain menjalani ritual penobatan dirinya sebagai tokoh adat bergelar Suttan Nata Negara, Paloh juga menggelar panen raya bersama para petani dan melantik jajaran DPW Partai Nasdem Provinsi Lampung.