Syarat Dukungan Harus Bermaterai, Ahok Mundur di Pilkada DKI 2017

Foto: Liputan6.com/Ahmad Romadoni

Foto: Liputan6.com/Ahmad Romadoni

Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengusulkan untuk dukungan kepada calon independen harus disertai dengan materai. Terkait dengan usulan tersebut, Gubernur petahana DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi santai usulan tersebut. “Saya sih, sudah pikir santai saja lah. Kalau sampai KPU keluar ada materai, yang sudah terkumpul berapa, saya kumpulin,” kata Ahok di Jakarta, Rabu (20/04/2016).

Baca:   15 Artis Yang Lolos Jadi Wakil Rakyat di DPR

Ahok berhitung, jika dia berhasil mendapatkan satu juta KTP, maka uang yang diperlukan untuk membeli materai seharga Rp6.000 itu adalah Rp6 miliar. “Duit dari mana kita,” kata Ahok. Ahok menegaskan tidak akan mengikuti Pilkada jika dukungan harus bermaterai, dikutip dari Rimanews.com, Rabu (20/4/2016).

“Mereka semua maunya saya enggak jadi gubernur kan? Ya sudah, sampai Oktober 2017 saya akan beresin Jakarta semampu saya,” kata dia. Ia mengaku, sudah menyiapkan diri dan sistem sebaik mungkin jika memang hanya menjabat sampai Oktober 2017. Setelah itu, siapa pun yang menggantikannya bisa melanjutkan sistem itu atau mengubahnya. “Siapa pun yang ganti saya, kalau dia ubah, silakan masyarakat menilai,” kata Ahok.

Baca:   Curahan Hati SBY: Saya diserang dan Dihabisi Tanpa Ampun

KPU berencana mengeluarkan ketentuan baru untuk calon gubernur melalui jalur perseorangan dengan mensyaratkan dukungan KTP harus dengan menyertakan materai. Syarat itu diatur dalam Pasal 14 ayat 8 di Rancangan Peraturan KPU tentang Perubahan Kedua atas Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pencalonan Pemilihan Kepala Daerah. KPU mengungkapkan ada dua pilihan untuk dukungan, pertama materai ditempel pada dukungan kolektif per desa atau per kelurahan.

Baca:   Ahok Semprot Sandiaga Uno Yang Hanya Bicara Harga Naik Tapi Tanpa Solusi

Kedua, untuk dukungan perseorangan, materai ditempel di tiap lembar dokumen.

loading...