Syarat-syarat menjadi pendonor sperma, tidak mudah loh!

pendonor sperma

Di beberapa negara, mendonorkan sperma untuk membuahi sel telur wanita wanita yang mengalami infertilasi. Namun, di Indonesia, pratik mendonorkan atau menerima sprema dari pendonor sangat dilarang. Di negara yang memperbolehkan donor sperma pun biasanya memiliki bank sperma. Banyak yang mengira menjadi donor sperma sangat mudah, yaitu pergi ke klinik, ejakulasi, lalu mendapatkan uang. Direktur laboratorium dan Bank of New England Cryogenic Center, Grace Centola, Ph.D., dikutip dari Kompas.com, mengatakan, menjadi donor sperma sebenarnya tak sesederhana itu.

Ada sejumlah syarat dan prosedur yang harus dilalui oleh pria yang ingin menyumbangkan spermanya. “Ada tanggung jawab besar dengan menjadi donor sperma,” kata Grace. Grace mengatakan, prosesnya cukup rumit dan memakan waktu tak sebentar. Tidak semua pria bisa menjadi donor sperma dan disimpan di Cyrobank atau tempat air mani dikumpulkan, lalu dibekukan. Tentunya, pendonor akan diseleksi secara ketat selama berbulan-bulan. Scott Brown dari California Cyrobank mengungkapkan, hanyak sekitar 1 persen calon donor yang diterima. Lalu, syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi pendonor sperma? Simak selengkapnya dibawah ini:

Baca:   Demi Koleksi Boneka Rp 2 Miliar, Wanita Ini Batalkan Pertunangan

Latar belakang pendonor
Langkah pertama, pria yang ingin menjadi donor sperma harus mengisi 25 halaman kuisioner. Calon pendonor harus memberitahu kondisi genetik atau riwayat kesehatan keluarga, tinggi badan, berat badan, warna mata, ras, penggunaan narkoba, rokok, bahkan riwayat pekerjaan. Pihak Cyrobank hanya akan memilih calon donor terbaik sesuai permintaan pasangan yang mengalami infertilitas.

“Setelah mengisi kuisioner, Anda akan dipanggil untuk wawancara dengan direktur medis bank sperma. Dari situ akan dinilai apakah secara keseluruhan Anda termasuk kategori ‘orang-baik’. Direktur laboratorium dan medis juga akan menilai penampilan Anda,” terang Grace. Grace mengatakan, banyak pasangan yang ingin mendapat donor dari pria berpenampilan menarik. Proses memilih donor sperma ini memang sangat subjektif. Nantinya, pasangan akan memilih sperma dari pendonor tanpa mengetahui identitasnya.

Baca:   Pengakuan istri yang rela digarap 2 teman suaminya, "salah sendiri manas-manasin terus"

Tes kesehatan
Tahap berikutnya adalah tes kesehatan. Calon pendonor akan melalui tes darah untuk memeriksa masalah kesehatan mungkin bisa menular ke anak. Sesuai prosedur yang ditetapkan Federal Drug Administration (FDA) dan American Society for Reproductive Medicine, pria yang terinfeksi HIV, hepatitis, atau herpes tidak bisa menjadi pendonor sperma. Termasuk mereka yang memiliki kondisi genetik seperti cystic fibrosis atau pernah berhubungan seks dengan laki-laki dalam lima tahun terakhir. Tes kesehatan ini termasuk bagian yang sangat penting dalam proses donor sperma.

Pengambilan sperma
Selain tes kesehatan, ahli di laboratorium akan memeriksa air mani pria di bawah mikroskop untuk memastikan jumlah sperma pendonor cukup tinggi dan sehat. Beberapa sampel akan diambil untuk mendapatkan hasil yang akurat. Dari segi usia, bank sperma juga tidak akan menerima pria berusia lebih dari 40 tahun. Sebab, sperma seorang pria yang lebih tua biasanya lebih tidak sehat dibanding pria lebih muda.

Baca:   5 Kutipan Surat RA Kartini Yang Bikin Dunia Tercengang

Calon pendonor akan dibawa ke sebuah kamar pribadi untuk ejakulasi. Di dalam kamar tersebut sudah disediakan video, kumpulan majalah, gambar, dan barang-barang untuk membuat calon pendonor terangsang. “Setelah siap, Anda akan ejakulasi di wadah steril,” ujar Laura Ilowite, koordinator donor di Manhattan Cyrobank. Sperma kemudian akan diambil dan dibekukan terlebih dahulu di bank sperma. Bank sperma nantinya akan membayar pendonor sebesar 100-125 dollar AS.

loading...