• 1
    0

    Bocah itu duduk diam di kursi ambulans berwarna oranye, menanti pertolongan. Tubuhnya kotor berselimut debu, demikian pula dengan kaus bergambar kartun yang dipakainya. Kedua tangan diletakkan di pangkuan. Matanya menatap ke depan, nanar. Lalu satu tangannya terangkat, menyeka darah yang berlumuran di sisi kiri wajahnya. Meski sakit bukan kepalang, ia bahkan tak sanggup menangis. “Dia ...