Tak terbukti diperkosa, 4 pengungsi wanita Rohingya permalukan Indonesia

pengungsi-rohingiya

Empat pengungsi perempuan Rohingya yang mengaku diperkosa, setelah dilakukan visum di RSU Cut Meutia ternyata tidak terbukti. Terkait dengan hal itu, Komite Nasional untuk Solidaritas Rohingya (KNSR) Aceh akan segera melaporkan empat pengungsi perempuan Rohingya yang mengaku telah diperkosa ke pihak berwajib.

“Aceh menerima sangat baik warga Rohingya. Relawan dari berbagai lembaga, masyarakat Aceh, meninggalkan keluarganya siang dan malam untuk membantu pengungsi Rohingya itu. Lalu, mereka berbohong dan mengaku diperkosa. Ini perlakuan yang sangat memalukan kita, relawan, Aceh, dan Indonesia,” ujar Ketua KNSR Aceh Mustafa MY Tiba kepada Kompas.com, Jumat (2/10/2015).

Baca:   Bus Terbakar Saat Pulang Ibadah, 32 Bocah Tewas Terpanggang

Mustafa menambahkan, gara-gara cerita bohong warga Rohingya tersebut, dunia menghujat Aceh dan Indonesia seolah-olah telah memperlakukan mereka dengan tidak baik. Faktanya, sambung Mustafa, semua relawan dan rakyat Aceh sudah berbuat yang terbaik untuk mereka. “Untuk itu, kita perlu memberikan efek jera agar hal seperti ini tidak terulang lagi. Senin nanti, kita lapor ke polisi untuk diusut tuntas,” ujarnya.

Baca:   Margiet Megawe ditetapkan Sebagai Otak Pembunuhan Angeline

Selain itu, tambah Mustafa, pihaknya menduga ada pihak lain yang memprovokasi warga Rohingya itu agar berbohong. Karena itu, mereka berani berbohong dan secara sistematis membuat gaduh di lokasi penampungan. “Kami tahu warga Rohingya ini tidak memiliki pengetahuan yang baik. Kami curiga ada pihak lain yang mengajari mereka berbohong. Aktor di balik ini juga harus diusut dan ditangkap,” ujarnya.

Baca:   Dihujat, Donald Trump justru dikagumi Presiden Rusia, Vladimir Putin

Seperti diberitakan sebelumnya, empat pengungsi perempuan Rohingya mengaku diperkosa pada 28 September 2015. Keempat perempuan Rohingya yang mengaku diperkosa itu ialah AM, HA, ZU, dan TI.

loading...