Tangisan wanita eks sopir Transjakarta ini bikin Ahok termenung, kenapa?

Foto: Liputan6.com/Ahmad Romadoni

Foto: Liputan6.com/Ahmad Romadoni

Setiap harinya, warga Jakarta selalu ada saja yang datang ke Balai Kota. Tujuannya tentu saja untuk bertemu Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Mereka datang membawa keluh kesah mereka dengan berbagai macam persoalan dari persoalan biasa hingga yang luar biasa sekalipun. Salah satunya wanita yang satu ini yang datang sejak pagi untuk menuggu kedatangan Ahok.

Wanita tersebut menggendong anakanya yang berumur 3 tahun sambil berbaris diurutan paling depan. Pandangannya tampak cemas melihat gerbang yang mulai terbuka. Tak berhenti bergoyang agar anak yang digendongnya tetap tenang. Tangan kirinya tak melepas map bening yang dibawanya. Tepat di sebelahnya seorang nenek memegang botol berisi susu ikut menenangkan sang balita yang mulai bergerak ke sana-sini.

Baca:   Ahmad Dhani sebut partai Islam yang dukung Ahok telah menjual imannya

Land Cruiser hitam B 1966 RFR tiba. Ahok yang baru pulang meresmikan RPTRA Pulo Gundul, Johar Baru, Jakarta Pusat, turun dari mobil dan menyalami sang ibu. Sang ibu mulai menjelaskan masalah yang dihadapinya. Dengan nada mulai terisak, wanita yang mengenakan baju putih bermotif bunga itu meminta Ahok memberikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) kepada kedua anaknya. Sebab, dirinya sudah tidak bekerja dan belum mendapatkan pekerjaan.

“Pak tolong saya, Pak, saya sudah tidak kerja, saya dulu sopir Transjakarta. Yang penting anak saya dapat KJP pak,” kata dia sambil menunjukkan beberapa berkas yang dibawanya, dilansir oleh lama Liputan6.com. Ahok serius mendengarkan keluhan warganya itu. Dia termenung hingga tak sadar tangan kirinya naik ke pipi. Tak lama kemudian dia meminta stafnya untuk mengurus kepemilikan KJP anak sang ibu.

Baca:   Mengaku Cuek Soal Sumber Waras, Ahok: Ada Yang Lebih Jujur, Jangan Pilih Saya

“Ini tolong diurus segera ya,” kata Ahok pada seorang staf yang berada di hadapannya. Sang ibu bersama nenek itu langsung menyalami tangan Ahok sambil terisak. Dia hanya bisa mengatakan terima kasih. Ahok masih tampak termenung. Kepalanya hanya mengangguk begitu tangan kanannya diraih wanita berambut sebahu itu. Staf yang diminta mengurus KJP itu pun membawa sang ibu ke tempat pengajuan undangan dan berkas Gubernur DKI Jakarta. Seluruh data yang dibutuhkan diserahkan.

Ahok kemudian melanjutkan langkahnya ke warga lain yang ingin mengadu.