Telah Lahir Bayi Paling Mungil di Dunia, Beratnya Cuma 0,2 Kilogram

bayi-mungil

Bayi dengan berat dibawah normal telah lahir dengan selamat dan diberi nama Emilia Grabarcyk. Gadis kecil ini lahir secara prematur dengan berat hanya 0,2 kilogram dan panjangnya 22 sentimeter. Emilia tercatat sebagai bayi paling mungil sedunia yang pernah dilahirkan.

Melansir dari liputan6.com (10/09/2016), Emilia dijuluki sebagai ‘pejuang mungil’ oleh para dokter yang menanganinya. Ketika dilahirkan ukuran seluruh kakinya hanya sebesar jari kelingking orang dewasa.

Kini setelah sembilan bulan dilahirkan, Emilia menunjukkan bahwa ia bisa bertahan hidup. Kini berat badannya sudah mencapai 3,2 kilogram.

Media lokal Jerman menyebutnya bayi prematur termungil yang mampu bertahan hidup. Dokter Bahman Ghavari, kepala dokter di klinik St Mary di Jerman mengatakan kasus Emilia sungguh ajaib.

Baca:   Foto Wanita 'Tanpa Bagian Tubuh' Berenang di Kolam Renang Bikin Heboh

“Bayi yang lahir dengan berat 0,3 kilogram saja sulit bertahan. Tapi Emilia mampu terus hidup. Dia pejuang mungil,” kata Gharavi.

Menurut sang dokter, selama enam bulan setelah ia lahir, belum jelas apakah ia mampu bertahan atau tidak. Baru dalam beberapa minggu belakangan ia menunjukkan kemajuan cukup pesat

Setelah masa kehamilan ibunya memasuki minggu ke-26 (6,5 bulan) dokter memutuskan Emilia akan dilahirkan dengan proses operasi sesar. Jika tidak, maka dia bisa meninggal di dalam rahim. Dokter mengatakan ada masalah dalam plasenta sehingga dia tidak mendapat nutrisi yang bisa membuat dia tumbuh normal.

Baca:   8 Negara Ini Rayakan Tahun Baru dengan Tradisi Unik

“Janin berusia 26 pekan harusnya beratnya mencapai 0,5 kilogram. Tapi bobot tubuh Emilia sangat kurang,” kata sang dokter. Orang tua Emilia, Lukas dan Sabine Grabarczyk mengatakan mereka tetap ingin ia dilahirkan meski peluang bertahan hidup sangat kecil.

Gharavi menyatakan kelahiran prematur akan menimbulkan banyak risiko. Tapi beruntung, Emilia tidak menunjukkan tanda-tanda kelainan serius. “Ia sudah melewati banyak masa sulit dan penuh tangisan, tapi Emilia ingin bertahan hidup,” kata ibunya bangga.