Terapi Anti Aging (Penuaan) Bikin Pendek Umur, Loh!

terapi anti penuaan

Banyak wanita yang ingin tetap terlihat muda saat usianya sudah mulai tua. Tak heran, banyak wanita yang melakukan berbagai macam cara untuk menjaga tubuh tetap awet muda, salah satunya dengan menjalani terapi suntik hormon anti penuaan. Namun, ternyata terapi anti aging dengan cara suntik hormon justru memperpendek usia, loh!

Baru-baru ini sebuah hasil penelitian mengungkapkan bahwa wanita yang mengalami penurunan pertumbuhan hormon karena bertambahnya usia, memiliki peluang hidup hingga 100 tahun. Namun tidak dengan wanita yang mengalami pertumbuhan hormon dengan kadar diatas rata-rata justru.

Para peneliti dari Albert Einstein College of Medicine di New York menyebutkan, menyuntikkan hormon pertumbuhan sebagai strategi anti-penuaan bisa menjadi bumerang. Dalam laporan yang dimuat di jurnal Aging Cell edisi Aprilitu, disebutkan bahwa injeksi hormon pertumbuhan justru mengurangi kemampuan pertahanan alami tubuh menghadapi penyakit yang menyebabkan penuaan, dikutip dari Tempo.co.

Hormon yang banyak digunakan oleh klinik anti penuaan adalah hormon pertumbuhan manusia (HGH). Hormon ini menjadi pemicu tubuh memproduksi hormon pertumbuhan menyerupai insulin (IGF-1) dan dehydroepiandrosterone (DHEA) yang memicu pembentukan estrogen dan testosteron. Penggunaan HGH, estrogen, dan hormon lain secara berlebihan bisa memicu kanker, penyakit kardiovaskular, masalah sendi, dan penyakit ringan.

Baca:   Posisi Duduk Menyilang Ternyata Berbahaya Bagi Wanita, Ini Pejelasannya...

Dr Sofiya Milman, kepala studi dan asisten profesor endokrinologi di Albert Einstein College of Medicine, mengatakan belum cukup bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa HGH pada orang tua bisa memberi manfaat anti-penuaan. Penggunaan HGH sebagai terapi anti-penuaan bisa merugikan. “Studi ini menunjukkan, kadar hormon pertumbuhan yang rendah sebenarnya melindungi kaum tua dari penyakit akibat penuaan,” kata Milman.

Dari hasil pengamatan, peneliti menemukan peluang hidup para partisipan tergantung pada kadar hormon IGF-1 dalam darah. Setiap penurunan satu nanogram IGF-1 per milimeter darah berarti peluang hidup bertambah satu minggu. Kadar IGF-1 biasanya sangat penting bagi mereka yang tengah atau pernah menderita kanker.

Tiga tahun setelah mendaftar dalam studi, 75 persen partisipan yang sebelumnya memiliki kanker dan kadar IGF-1 rendah tetap hidup. Sedangkan hanya 25 persen partisipan dengan catatan kanker dan kadar IGF-1 tinggi yang hidup.

Baca:   Foto Unik Tentara Kolombia Melukis Model Bugil Untuk Terapi

Milman mengatakan penggunaan hormon pertumbuhan bisa “melelehkan” lemak dan mengencangkan kulit sehingga orang tampak lebih muda. “Mungkin itu terlihat bagus untuk menjaga ‘panjang umur ala Hollywood’,” kata Milman. “Sebenarnya hal itu tidak memberikan keuntungan bagi publik, apalagi sebagai bagian dalam strategi anti-penuaan.

Penelitian lain yang dipimpin Dr Nir Barzilai, direktur Institut Riset Penuaan, menunjukkan bahwa banyak centenarian, orang yang hidup hingga usia 100 tahun, mengalami mutasi dalam gen. Hal ini menyebabkan level IGF-1 mereka secara alami tetap di bawah rata-rata.

Laporan dalam jurnal Cell Metabolism juga menyebutkan manfaat kadar rendah IGF-1 bagi orang tua. Orang pada usia 50-65 tahun yang mengkonsumsi banyak protein binatang dengan IGF-1 tinggi berisiko empat kali lebih besar terkena kanker. Menurut studi selama 18 tahun itu, konsumsi makanan dengan kadar IGF-1 tinggi meningkatkan risiko kematian hingga 75 persen.

Semoga informasi ini bisa bermanfaat. Salam

Reply