Tergiur Pengahsilan Go-Jek, Manajer Ini ‘Banting Setir’

go-jek

Menjadi manajer di sebuah resort tidak menjadikan Faridz Budhi Surya Kusuma (33) merasa nyaman. Buktinya ia rela banting setir menjadi tukang ojek dibawah bendera Go-Jek. Padahal, ia mengaku bahwa penghasilannya sebulan mencapai 8-10 juta perbulan. “Saya daftar sudah sebulan lalu, tapi mulai aktif full time sejak 15 hari terakhir,” kata pria berkacamata tersebut dikutip dari Kompas.com, Selasa 4 Agustus 2015.

Menurut Faridz, keputusan memilih menjadi tukang ojek bermula saat dia bertemu salah satu pengemudi Go-Jek di salah satu masjid di kawasan Cijantung, kurang lebih satu bulan lalu. Saat itu, Faridz mengorek informasi dari sang pengemudi terkait seluk-beluk Go-Jek. Selepas pertemuan itu, Faridz mengaku tertarik dan berpikir untuk alih pekerjaan.

Baca:   Dokter Sunat ini Wajahnya Cantik Banget, Bikin Cowok Pengen Disunat Untuk Kedua Kalinya

“Saya langsung tertarik gabung (Go-Jek), tapi baru daftar seminggu kemudian karena masih sibuk,” katanya. Minggu pertama sebagai pengemudi Go-Jek, Faridz masih berstatus sebagai manajer dan dibantu asisten. “Selama 15 hari pertama, saya coba sesekali ngojek, ternyata seru juga dan menjanjikan hasilnya,” ucap dia.

Setelah 15 hari melakukan uji coba, Faridz kemudian mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai manajer. Tidak ada keraguan sedikit pun dari Faridz saat pertama kali melepas statusnya sebagai manajer di salah satu resort di kawasan Puncak, Jawa Barat. Namun, keputusan tersebut sempat mendapat pertentangan dari istri, keluarga, bahkan kerabatnya. “Wah, istri saya agak shock awalnya. Tapi, pas tahu hasilnya, diem aja deh sekarang,” ucapnya.

Baca:   Habis Dieluk-elukkan Ribuan Pengemudi Go-Jek, Ahok Langsung Beri Kado "Kabar Buruk"

Selain istri dan kerabatnya, teman dan tetangga Faridz juga banyak yang mencibir pilihan pekerjaan barunya. Status turun kasta dari manajer ke pengemudi Go-Jek seolah dianggap blunder oleh sebagian orang yang mencibirnya. “Banyak banget yang mencibir. Tetapi, lagi-lagi hasil akhir yang membuktikan. Setelah tahu penghasilan yang saya dapat per hari, malah banyak yang ikut daftar,” ujarnya seraya tertawa.

Ayah dua anak tersebut mengaku ketagihan terus ngojek. Meski tergolong baru, Faridz sanggup mengantongi hasil rata-rata Rp 500.000 per hari. Itu pun belum termasuk tips dari penumpang. “Rekor saya Rp 1 juta sehari. Itu nonstop sejak subuh sampai pukul 12.00 malam. Istirahat cuma pas waktu shalat dan istirahat makan siang dan malam saja,” ujarnya.

Baca:   Video napi dan aktivis perempuan lakukan hubungan seks dalam penjara

Faridz tidak merasa minder meski berstatus sebagai tukang ojek. Bahkan, status tersebut justru membuatnya hidup lebih tenang daripada saat menjabat manajer. “Ngapain minder. Tukang ojek, tetapi penghasilan manajer, siapa yang nolak? Apalagi tingkat stresnya lebih kecil dibanding saat jadi manajer. Kalau ngojek, selesai urusan mengantar penumpang, enggak ada beban lagi pas pulang ke rumah,” ucapnya senang.

loading...