Ternyata Dua dari 4 Santriwati Yang Bikin Video Panas Dengan Ustadz CH Peserta UN

Ilustrasi Video Panas Santriwati

Ilustrasi Video Panas Santriwati

Ternyata dua santriwati korban pencabulan dan video panas Ustadz CH (55) merupakan peserta ujian nasional (UN). Ustadz CH sendiri adalah pengelola Pengelola Yayasan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Ikhlas di Malang, Jawa Timur, tempat keempat santriwati belajar menuntut ilmu. Warga Jalan Tirto, Desa Pagedangan, Kecamatan Turen itu dilaporkan ke polisi dan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga mencabuli empat santriwati.

Para korban pencabulan CH sudah menjalani tes psikologis dan trauma healing di shelter milik Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang selama sepekan. Ketua P2TP2A Kabupaten Malang, Hikmah Bafakih, mengatakan para korban berusia antara 15 sampai 19 tahun. Setelah menjalani tes psikologis, mereka dipulangkan dengan pengawasan petugas.

Baca:   Dua Jam 'Terkurung' Dalam Pesawat, Penumpang Lion Air dialihkan

“Dua di antaranya sedang menjalani ujian sekolah. Kami harus memastikan dan menjaga kondisi psikologisnya tidak terganggu, dan bisa melaksanakan ujian dengan baik,” ujar Hikmah kepada wartawan, dikutip dari Pojoksatu.id, Rabu (13/4/2016). Menurut Hikmah, pihaknya sedang menunggu hasil tes psikologi korban, untuk melihat sejauh mana peristiwa pencabulan ini berdampak pada kondisi kejiwaan korban.

Baca:   Menolak Untuk Melakukan Hubungan Intim, Wanita Ini Tewas dimutilasi Oleh Pacarnya Sendiri

Setelah hasilnya keluar, P2TP2A akan menyediakan sejumlah konseling untuk menyembuhkan trauma yang dialami para korban. Selain itu, lanjut Hikmah, P2TP2A juga berencana mengunjungi Yayasan Panti Asuhan dan Pondok Pesantren Al Ikhlas di Pagedangan, Turen, Malang. Kendati demikian, pihaknya masih menunggu UN selesai. Sebab, dikhawatirkan kunjungan mereka berdampak pada peserta UN yang lain. Mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk berkunjung.

“Saat ini masih musim ujian, kami khawatir mereka akan tidak nyaman. Jadi, kami fokus dulu pada lima korban sesuai temuan aparat kepolisian,” tandas Hikmah. Kanit Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang Iptu Sutiyo mengatakan, pelaku CH diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan penyidikan. Tersangka CH disangka melanggar pasal 82 Undang-undang Perlindungan Anak tahun 2014 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Baca:   Pengasuh Ponpes Setubuhi Santriwati Sambil Pimpin Doa?

“Tersangka ini guru ngaji, sebelum mencabuli, korban diminta ke ruangannya dan disuruh membersihkan atau membawa sesuatu lalu digitukan,” ujar Sutiyo.

loading...