Terungakap siapa pemilik sampah kulit kabel penyebab banjir di JL Merdeka

sampah-kulit-kabel

Pemprov DKI menemukan dalang penyebab banjir di Jakarta. Tumpukan kulit kabel dituding menjadi penyebab banjir di depan Istana Merdeka. Namun, misteri siapa pemilik kulit kabel yang jumlahnya tidak sedikit itu akhirnya terungkap. Lalu, siapa pemilik kulit kabel itu? Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian mengatakan, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) sudah meminta keterangan kepada beberapa pihak, seperti Suku Dinas Tata Air, PLN, dan Telkom.

Pihaknya juga memeriksa gulungan bungkus kabel yang menjadi barang bukti ke Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri. “Untuk kita bandingkan gulungan bungkus itu mirip dengan gulungan kabel PLN, dan bukan telepon,” kata mantan Kapolda Papua ini. Tito menerangkan perbedaan isi kabel PLN dan Telkom. Menurut dia, milik PLN isinya berupa batangan logam tembaga atau timah. Fungsinya untuk mengantarkan listrik.

Baca:   Ahok beri batas waktu PDI-P, Boy Sadikin: Sombong sekali

“Sedangkan untuk Telkom bentuk gulungannya beda. Lebih besar, di dalam isinya adalah serabut-serabut kabel kecil yang jumlahnya ratusan, itu Telkom,” kata jenderal bintang dua kelahiran Palembang, Sumatera Selatan ini, dilansir dari Liputan6.com. Hasil penyelidikan tersebut, kepolisian akhirnya menyimpulkan sementara siapa pemilik bungkus kabel yang ditemukan di gorong-gorong Jalan Merdeka Selatan tersebut.

“Kesimpulan kita sementara ini kemungkinan kabel dari listrik yaitu PLN,” kata Tito.

Jaringan Bekas

Dari hasil penyelidikan itu pula diketahui, ada beberapa jaringan kabel yang sudah tidak terpakai. Jaringan lama itu lalu tidak digunakan oleh PLN. “Jaringan lama ini tidak diangkat. Karena biaya pengangkatannya dan lain-lain itu lebih tinggi daripada harga ekonomis dari kabel bekas yang sudah bertahun-tahun itu, sehingga ada kecenderungan didiamkan di sana,” beber Tito. Dugaan berkembang kepada pencurian batangan tembaga dan bungkus jaringan itu dibiarkan saja oleh si pelaku.

Baca:   Setelah dilakukan Berbagai Macam Usaha, Ekor Pesawat AirAsia QZ8501 Akhirnya Bisa Diangkat

“Karena kabel itu masih memiliki nilai ekonomis yang di dalamnya ada tembaga dan timah,” jelas Tito. Kasus pencurian kabel lama sebenarnya sudah pernah diungkap Polsek Metro Gambir. 4 Orang ditangkap dan mereka adalah para pemulung yang mencari barang bekas. “Mereka masuk ke dalam gorong-gorong itu kemudian mereka mengambil batangan-batangan, dan mereka mengupas kabel-kabel yang lama. Kemudian batangan pigmentasi diambil,” ujar dia.

“Nah, coba bayangkan dan memang di situ jarang dicek. Karena memang di bawah tanah. Bayangkan coba setiap hari dilakukan, dan itu cukup banyak,” Tito menambahkan.