Terungkap, keluarga kerjaan Arab Saudi suka narkoba dan main judi

Janan-Harb-dan-Fahd

Film yang mengungkapkan rahasia kehidupan keluarga Kerajaan Arab Saudi kini tengah digarap. Film tersebut dibuat berdasarkan pengakuan dari seorang wanita asal Palestina bernama Janan Harb, 68 tahun. Ia mengaku dirinya adalah istri simpanan Raja Fahd bin Abdulaziz al-Saud. Harb sendiri merupakan seorang wanita beragama Kristen yang setelah dipaksa masuk Islam pada 1968 saat usianya 20 tahun, menikah dengan Fahd, 47 tahun.

Saat itu, Fahd adalah pangeran Saudi pewaris takhta kerajaan. Tapi keluarga kerajaan tidak suka dengan Harb dan pada 1970 dia dipaksa keluar dari Saudi setelah adik Fahd, Salman, raja Saudi saat ini, menyuruh kakaknya menyingkirkan Harb dan keluarganya. Harb yang kini tinggal di London, Inggris, mengatakan Fahd ketika itu berjanji akan tetap menafkahi dirinya. Tapi Harb kemudian menuding anak Fahd Pangeran Abdulaziz bin Fahd menolak memberikan hak dia atas uang senilai Rp 237 miliar dan dua flat di London.

Baca:   Sadis, Tersebar Video ISIS Bakar Pilot Yordania Hidup-Hidup

November tahun lalu Harb akhirnya menang di pengadilan dan Abdulaziz diharuskan membayar apa yang menjadi hak Harb selama ini meski Abdulaziz masih bisa mengajukan banding hingga Maret tahun ini, seperti dilansir Middle East Eye, dikutip dari Merdeka.com, Kamis 28 Januari 2016. Harb kemudian bersedia menjual kisah hidupnya kepada konsultan media Damien McCrystal yang mengatakan dana sudah disiapkan buat memproduksi film yang akan membeberkan rahasia kehidupan keluarga Kerajaan Saudi yang selama ini dikenal amat tertutup.

McCrystal menuturkan kepada Middle East Eye, trailer film itu kini sedang dalam tahap pengambilan gambar di sebuah negara di Afrika Utara. Dia mengatakan cuplikannya akan dirilis akhir Februari nanti dalam bahasa Inggris dan Arab. Dalam cuplikan itu akan diperlihatkan kebiasaan Fahd yang suka main judi di kelab kasino di London. Pada bagian lain akan dikisahkan juga Fahd menyuntikkan narkoba kepada dirinya sendiri.

Baca:   Janda Yang Jual Rumah Sekaligus Bisa dinikahi, Kini Sudah Dapat Jodoh, Loh!

Harb juga menuturkan dalam cuplikan itu dia mengungkapkan telah dipaksa melakukan aborsi tiga kali karena Fahd tidak mau “arafat-arafat kecil berkeliaran di istana kerajaan”. Arafat adalah nama dari mendiang pemimpin Palestina Yasser Arafat. Pengakuan kontroversial Harb ini tentu akan memicu perdebatan di Saudi yang selama ini mengagumi sosok Fahd sebagai raja pada periode 1982-2005. Film yang akan dibuat oleh sutradara Inggris Malcol Walker ini diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 98 miliar hingga Rp 296 miliar.

Selain menguak sisi pribadi kehidupan mendiang Raja Fahd, film ini juga akan menampilkan sosok raja Saudi saat ini, Salman bin Abdulaziz al-Saud. Harb mengatakan dia mengenal Salman ketika masih tinggal di istana bersama Fahd. “Dia bukan termasuk orang yang ramah. Saya menyebutnya ‘Si Jagal dari Riyadh’ karena dia banyak mengeksekusi orang,” kata Harb. Dalam film ini juga Harb berkomentar soal putra Fahd, pangeran Abdulaziz.

Baca:   Rizma, Guru SD Cantik Yang Sedang Viral di Medsos

Harb menyebut Abdulaziz sebagai pangeran yang tidak tahu malu. Pengadilan New York pada 2012 mengungkapkan Abdulaziz memiliki harta properti senilai USD 1 miliar dan mengoleksi sejumlah kapal pesiar mewah. Harb mengatakan tiap kali Abdulaziz bepergian ke luar negeri dia membawa rombongan seratus orang dan menghabiskan uang sedikitnya USD 6 juta dalam sepekan untuk gaya hidupnya. Buku autobiografi Harb yang mengisahkan secara lengkap tentang kehidupannya sebagai istri simpanan Fahd akan diterbitkan akhir tahun ini. Namun filmnya belum diumumkan kapan akan dirilis.

Cerita Harb ini tentu bisa membuat kerajaan Saudi berang. Ketika Middle East Eye menghubungi jurnalis Jamal Khashoggi, mantan penasihat keluarga kerajaan, untuk meminta komentar, dia hanya mengatakan, “Saya lebih baik tidak berkomentar soal cerita gosip macam itu.” Saat ditanya apakan dia khawatir akan reaksi Arab Saudi terhadap ceritanya, Harb mengatakan dia tidak takut. “Saya orang Palestina, saya tidak takut.”

loading...