Terungkap, Oknum guru cabuli 16 siswi SD ternyata rekayasa

dukun cabul

Oknum guru berinisial AP yang dilaporkan oleh muridnya sendiri karena dugaan pelecehan seksual ternyata hanya kasus rekayasa semata. Kasus rekayasa itu disampaikan oleh kepala Polsek Cisaat, Polres Sukabumi Kota, Kompol Warsito. Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib, diketahui bahwa AP tidak terbukti melakukan tindakan tidak senonoh terhadap 16 muridnya seperti yang dituduhkan kepadanya.

“Dari hasil penyelidikan yang dilakukan kami terhadap kasus ini, guru yang mengajar di salah satu SDN di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini tidak ada bukti yang mengarah ke kasus pelecehan seksual. Namun, kasus ini muncul karena adanya provokasi dari oknum warga yang tidak suka keberadaan guru tersebut,” kata Kompol Warsito di Sukabumi, dikutip dari Rimanews.com, Kamis (25/2/2016).

Baca:   Wow, Dimas Kanjeng Mengaku Masih Simpan Uang Rp 1 Triliun

Menurut dia, pihaknya juga sempat menangkap AP karena adanya laporan dari 16 siswi dari tempat mengajarnya yang mengaku telah dilecehkan oleh guru olah raga ini saat jam pelajaran renang. Berawal dari laporan tersebut, pihaknya langsung mengembangkan kasus ini dan dalam perjalanan penyelidikan ternyata tidak ada bukti yang mendukung bahwa guru itu melakukan pelecehan seksual. Karena tidak ada bukti, pihaknya melepaskan AP dari dalam penjara.

Baca:   5 Tips Mendapatkan Malam Lailatur Qadar

Namun, tidak lama berselang ternyata ada informasi bahwa kasus pelecehan seksual ini merupakan rekayasa dari salah seorang warga bernisial JJ yang tidak suka dengan AP karena pernah ditegur oleh guru olah raga ini sebab menyimpan pupuk di lingkungan sekolah. “Dalam waktu dekat kami akan memanggil JJ yang merupakan warga Cicadas, Kecamatan Cisaat perihal provokasi yang dibuatnya. Oknum warga ini juga terancam dijerat dengan pasal 160 KUHP dengan ancaman penjara, maksimal enam tahun dan denda sebesar Rp4,5 juta,” tambah Warsito.

Baca:   Gadis Cantik Ini Pasrah Tubuhnya Ditiduri Badak

Sementara, Ketua PGRI Kecamatan Cisaat, Yudi Cucu Supriadi mengatakan kasus ini sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian dan pihaknya bersikap netral terkait permasalahan AP dengan JJ. Namun demikian, pihaknya ingin nama baik PGRI dibersihkan karena dengan adanya kasus ini organisasinya menjadi tercemar. “Kami tidak akan menuntut JJ atas provokasi yang dilakukannya, sehingga mencemarkan nama baik guru dan juga AP,” katanya.

loading...