Tidak Disangka! Demi Biaya Oplas, Mahasiswi Cantik Kedokteran Ini Jadi PSK dan Jual Narkoba

mahasiswi cantik

Jika melihat paras cantik mahasiswi kedokteran yang satu ini, tidak ada yang menyangka bahawa dirinya adalah seorang PSK dan juga pengedar narkoba. Madeline Christine Sawyer, punya dua kegiatan, yakni pada pagi hari sebagai mahasiswi dan malam hari sebagai kupu-kupu malam dan juga pengedar narkoba.

Dikutip dari laman tribunnews.com, Sabtu (20/8/2016), Madelin mengaku kepada psikiater bahwa dia terjun ke dalam bisnis esek-esek dan menjual narkoba demi bisa membiayai operasi plastik. Pengadilan terhadap mahasiswi bernama Madeline Christine Sawyer itu pun digelar pada Selasa 18 Agustus 2016.

Mahasiswi Western Sydney University tersebut dijatuhi hukuman 18 bulan Intensive Correction Order, melakukan pelayanan masyarakat selama 32 jam per bulan–setelah mengaku bersalah atas keterlibatannya dengan narkoba.

Baca:   Ngeri Dah! Alat Vital Pria Ini 2 Kali disengat Laba-Laba Beracun, Seperti Ini Kejadiannya

Madeline menangis saat Hakim John Pickering menceritakan hasil wawancara mahasiswi itu dengan seorang psikiater yang mengungkap bahwa ia memiliki riwayat gangguan pola makan dan tentang asal usulnya menjadi pekerja seks.

“Pada usia 18 tahun ia menjadi pekerja seks di Kings Cross, untuk menghasilkan uang dari industri tersebut. Ia mengambil risiko untuk membuatnya merasa lebih baik secara fisik,” kata Hakim Pickering.

Dalam persidangan juga disebut, Sawyer berkenalan dengan narkoba saat bekerja sebagai pekerja seks dan menjadi pecandu sabu-sabu. Sawyer mengatakan kepada psikiater bahwa awalnya ia mengonsumsi narkoba untuk dirinya sendiri, namun pada akhirnya tergoda untuk memasoknya ke orang lain.

Baca:   Seorang wanita tewas dalam lift setelah terjebak selama sebulan

Polisi mengetahui pekerjaan gandanya setelah menyergap rumah remaja berusia 18 tahun tersebut dan menemukan kokain, MDMA, serta metil amphetamine pada 9 Oktober 2015. Petugas menemukan dua kapsul yang diyakini sebagai narkoba jenis MDMA pada sopir bernama Fadhil Al Khafaji (20).

Ponsel Al Khafaji dan Sawyer yang disita menguak pesan teks antara keduanya dan dua orang lain, yang membicarakan untuk memasok narkoba. “OMG jadi aku membeli 50 pil untuk dijual kembali, apa yang salah denganku,” tulis Sawyer dalam pesan singkat tersebut.

Dalam penyergapan itu petugas juga menemukan lebih dari 3.000 dolar Australia atau sekitar Rp 30,2 juta yang didapatnya dari hasil bekerja di industri seks. Hakim Pickering mengatakan, Sawyer yang memasok tiga jenis narkoba menunjukkan bahwa ia merupakan orang sembrono yang menyebarluaskan jenis obat terlarang kepada masyarakat.

Baca:   Pengakuan Para Artis Cantik Yang Terlibat Prostitusi

Namun Hakim Pickering memutuskan untuk tidak memberikan hukuman penjara dan menjatuhinya dengan 18 bulan bekerja sebagai pelayan masyarakat. Pickering memutuskan menjatuhi hukuman tersebut karena Sawyer memiliki prospek kuat untuk direhabilitasi.

Selain itu, perempuan tersebut pernah menjalani rehabilitasi dan sudah tak lagi mengonsumsi narkoba atau sebagai pekerja seks. Mendengar putusan hakim, ibu Sawyer pun menangis.

loading...